Beranda / Artikel / Contoh Ikhfa Syafawi

20 Contoh Bacaan Ikhfa Syafawi dalam Al-Quran

Ikhfa syafawi punya satu huruf saja, dan itu membuatnya termasuk hukum yang paling cepat dikuasai. Halaman ini mengumpulkan dua puluh contohnya lengkap dengan surah dan ayatnya.

Tim Ngajiku6 menit baca
Laki-laki bersongkok membaca nyaring dari buku terbuka di depan laptop yang menampilkan kelas online

Ikhfa syafawi terjadi ketika mim mati bertemu huruf ba. Bunyi mimnya tidak diucapkan penuh, tidak pula dileburkan ke dalam ba, melainkan disamarkan sambil berdengung kira-kira dua harakat. Kata syafawi berarti bibir, dan itu menjelaskan letaknya: mim dan ba sama-sama keluar dari pertemuan dua bibir.

Di antara tiga hukum mim mati, ini yang paling ringan dihafal karena hurufnya cuma satu. Kalau mim mati bertemu mim, itu idgham mimi. Kalau bertemu selain ba dan mim, itu izhar syafawi. Jadi setiap kali menemukan mim mati, satu-satunya yang perlu kamu periksa adalah apakah huruf sesudahnya ba. Pengantar hukum-hukum dasar lainnya ada di panduan hukum tajwid dasar untuk pemula.

Cara mengenali ikhfa syafawi saat membaca

Carilah kata yang berakhir dengan mim, lalu lihat kata sesudahnya. Kalau dimulai dengan ba, itu ikhfa syafawi. Susunan ini paling sering muncul pada akhiran kata ganti seperti هُم dan كُم, yang di dalam Al-Quran diikuti kata berawalan ba ratusan kali.

Ada penanda yang sangat membantu di mushaf Utsmani: mim mati yang bertemu ba ditulis tanpa tanda sukun. Mim yang polos, tidak berharakat dan tidak bersukun, lalu diikuti ba — itu ikhfa syafawi. Sebaliknya mim yang jelas bersukun dan diikuti huruf selain ba dan mim adalah izhar syafawi, yang dibaca terang tanpa dengung.

Dua puluh contoh bacaan ikhfa syafawi dalam Al-Quran

Semua potongan diambil dari teks mushaf Utsmani, dan nomor surah serta ayatnya dicocokkan satu per satu.

  1. هُم بِمُؤْمِنِينَAl-Baqarah 8Mim mati pada hum bertemu ba, disamarkan sambil berdengung dua harakat.
  2. أَنۢبِئْهُم بِأَسْمَآئِهِمْAl-Baqarah 33Ikhfa syafawi pada hum bi, bibir dirapatkan ringan tanpa ditekan.
  3. أَؤُنَبِّئُكُم بِخَيْرٍAli 'Imran 15Mim mati pada kum bertemu ba pada bikhairin.
  4. فَبَشِّرْهُم بِعَذَابٍAli 'Imran 21Mim mati pada hum bertemu ba pada bi'adzaabin.
  5. دَخَلْتُم بِهِنَّAn-Nisa 23Mim mati pada tum bertemu ba pada bihinna.
  6. ٱسْتَمْتَعْتُم بِهِۦAn-Nisa 24Mim mati pada tum bertemu ba pada bihi.
  7. لَكُم بَهِيمَةُAl-Ma'idah 1Mim mati pada lakum bertemu ba pada bahiimatu.
  8. وَاثَقَكُم بِهِۦٓAl-Ma'idah 7Mim mati pada kum bertemu ba pada bihi.
  9. فَأَهْلَكْنَـٰهُم بِذُنُوبِهِمْAl-An'am 6Mim mati pada hum bertemu ba pada bidzunuubihim.
  10. لِأُنذِرَكُم بِهِۦAl-An'am 19Mim mati pada kum bertemu ba pada bihi.
  11. جَآءَهُم بَأْسُنَآAl-A'raf 5Mim mati pada hum bertemu ba pada ba'sunaa.
  12. عَلَيْهِم بِعِلْمٍAl-A'raf 7Mim mati pada him bertemu ba pada bi'ilmin.
  13. مُمِدُّكُم بِأَلْفٍAl-Anfal 9Mim mati pada kum bertemu ba pada bi'alfin.
  14. لِّيُطَهِّرَكُم بِهِۦAl-Anfal 11Mim mati pada kum bertemu ba pada bihi.
  15. يُرْضُونَكُم بِأَفْوَٰهِهِمْAt-Tawbah 8Mim mati pada kum bertemu ba pada bi'afwaahihim.
  16. وَهُم بَدَءُوكُمْAt-Tawbah 13Mim mati pada hum bertemu ba pada bada'uukum.
  17. رَبُّهُم بِإِيمَـٰنِهِمْYunus 9Mim mati pada hum bertemu ba pada bi'iimaanihim.
  18. ٱسْتِعْجَالَهُم بِٱلْخَيْرِYunus 11Mim mati pada hum bertemu ba pada bil-khair.
  19. وَهُم بِٱلْـَٔاخِرَةِHud 19Mim mati pada hum bertemu ba pada bil-aakhirah.
  20. يَأْتِيكُم بِهِHud 33Mim mati pada kum bertemu ba pada bihi.

Membedakannya dari dua hukum mim mati yang lain

Mim mati hanya punya tiga kemungkinan, dan ketiganya dibedakan semata-mata oleh huruf sesudahnya. Kalau sesudahnya ba, itu ikhfa syafawi: mimnya disamarkan sambil berdengung. Kalau sesudahnya mim, itu idgham mimi: mimnya dileburkan sampai menyatu. Kalau sesudahnya selain ba dan mim, itu izhar syafawi: mimnya dibaca terang tanpa dengung sama sekali.

Karena hanya ada tiga kemungkinan dan dua di antaranya cuma satu huruf, hukum mim mati termasuk yang paling cepat dikuasai dibanding hukum nun mati yang hurufnya belasan. Yang perlu dilatih bukan hafalannya, melainkan kecepatan mengenalinya saat membaca mengalir.

Satu perbedaan praktis yang berguna: ikhfa syafawi dan idgham mimi sama-sama berdengung, sementara izhar syafawi sama sekali tidak. Jadi kalau kamu ragu antara ketiganya, pertanyaan pertama yang paling menolong adalah apakah huruf sesudahnya keluar dari bibir. Ba dan mim sama-sama huruf bibir, dan itulah sebabnya keduanya menuntut perlakuan khusus.

Kesalahan umum saat membaca ikhfa syafawi

Bibir ditekan terlalu kuat. Yang keluar jadi bunyi mim yang tegas, dan ikhfa-nya hilang. Rapatkan bibir seringan mungkin, cukup sampai aliran udara tertahan, lalu biarkan dengungnya mengalir lewat hidung.

Dengungnya dilewati sama sekali. Ini kebalikannya, dan biasanya terjadi saat membaca cepat. Mim langsung menempel ke ba tanpa jeda, sehingga terdengar seperti satu huruf. Padahal dengung dua harakat itulah isi hukum ini.

Ikhfa syafawi disamakan dengan idgham. Sebagian pembaca melebur mimnya ke dalam ba seolah keduanya menyatu. Mim pada ikhfa syafawi tetap terasa keberadaannya, hanya disamarkan; ia tidak hilang.

Berhenti tepat di mimnya. Kalau bacaan dihentikan pada kata yang berakhir mim, hukum ikhfa syafawi tidak berlaku karena huruf ba-nya tidak jadi dibaca. Mimnya dibaca mati biasa.

Pertanyaan umum

Apa itu ikhfa syafawi?
Ikhfa syafawi adalah hukum bacaan ketika mim mati bertemu huruf ba. Bunyi mimnya tidak diucapkan penuh dan tidak pula dileburkan, melainkan disamarkan sambil berdengung sekitar dua harakat. Disebut syafawi yang berarti bibir karena mim dan ba sama-sama keluar dari dua bibir.
Berapa huruf ikhfa syafawi?
Hanya satu, yaitu ba. Ini yang membuatnya paling mudah dihafal di antara hukum mim mati. Kalau mim mati bertemu mim, hukumnya idgham mimi. Kalau bertemu selain ba dan mim, hukumnya izhar syafawi. Jadi begitu melihat mim mati, cukup lihat huruf sesudahnya.
Bagaimana cara membaca ikhfa syafawi yang benar?
Rapatkan kedua bibir dengan ringan, jangan ditekan, lalu tahan dengungnya kira-kira dua harakat sebelum melanjutkan ke huruf ba. Bibir yang ditekan terlalu kuat menghasilkan bunyi mim yang jelas, dan itu justru menghilangkan ikhfa-nya. Yang dicari adalah bunyi antara: mimnya terasa ada tapi tidak tegas.
Apa bedanya ikhfa syafawi dengan ikhfa haqiqi?
Yang disamarkan berbeda. Ikhfa haqiqi terjadi pada nun mati atau tanwin yang bertemu lima belas huruf tertentu, sementara ikhfa syafawi hanya terjadi pada mim mati yang bertemu satu huruf saja, yaitu ba. Keduanya sama-sama berdengung dua harakat, tapi titik keluarnya berbeda: yang satu di rongga hidung mengikuti huruf sesudahnya, yang satu di bibir.
Kenapa di mushaf mim ikhfa syafawi tidak diberi tanda sukun?
Karena penulisan mushaf Utsmani menandai justru dengan ketiadaan tanda. Mim mati yang bertemu ba ditulis tanpa sukun untuk menunjukkan bunyinya tidak diucapkan penuh. Ini berguna sekali saat membaca: begitu melihat mim polos tanpa harakat dan tanpa sukun yang diikuti ba, kamu sedang melihat ikhfa syafawi.

Contoh di halaman ini menolongmu mengenali hukumnya di atas kertas. Yang tidak bisa dinilai sendiri adalah apakah bacaanmu sudah pas takarannya — panjang yang kelebihan atau kekurangan hampir selalu terdengar benar oleh pembacanya sendiri.

Kalau ingin tahu posisimu sekarang, cek tingkat bacaanmu lewat lima pertanyaan singkat. Gratis, tanpa perlu membuat akun dulu.

Chat kami