Beranda / Artikel / Contoh Izhar Syafawi

20 Contoh Izhar Syafawi dalam Al-Quran

Dua puluh enam huruf dari dua puluh delapan — ini hukum mim mati yang paling sering kamu temui, dan mushaf sudah menandainya. Lengkap dengan surah dan nomor ayat.

Tim Ngajiku7 menit baca
Lembar kaca bening berdiri di depan tumpukan buku tua, cahaya jendela menembusnya tanpa berubah

Izhar syafawi adalah membaca mim mati dengan jelas ketika ia bertemu huruf apa pun selain mim dan ba. Izhar berarti jelas, syafawi berarti bibir — karena mim keluar dari pertemuan dua bibir.

Kamu mungkin menemuinya ditulis idzhar syafawi. Keduanya hukum yang sama; yang berbeda cuma cara mengalihaksarakan huruf Arabnya ke tulisan Indonesia, dan dua-duanya lazim dipakai. Untuk gambaran menyeluruh hukum-hukum dasarnya, lihat panduan hukum tajwid dasar.

Hafalkan dua, bukan dua puluh enam

Huruf izhar syafawi ada dua puluh enam — semua huruf hijaiyah kecuali mim dan ba. Menghafal dua puluh enam huruf jelas tidak masuk akal, dan untungnya tidak perlu.

Balik saja cara mengingatnya. Mim mati punya tiga kemungkinan, dan dua di antaranya cuma satu huruf:

Bertemu ba — hukumnya ikhfa syafawi, bunyi mimnya disamarkan.

Bertemu mim — hukumnya idgham mimi, mimnya lebur jadi satu bertasydid.

Selain keduanya — izhar syafawi, mimnya dibaca jelas.

Dua huruf yang perlu diingat, dan sisanya otomatis. Itu sebabnya izhar syafawi jauh lebih sering ditemui daripada dua hukum lainnya.

Mushaf sudah menandainya

Ada cara yang bahkan lebih ringan daripada mengingat dua huruf tadi: lihat tanda sukun di atas mimnya.

Mushaf rasm Utsmani menuliskan sukun pada mim yang dibaca jelas, dan justru membiarkannya polos tanpa tanda ketika mim itu disamarkan atau dilebur. Pemisahannya rapi tanpa kecuali: mim bersukun tidak pernah bertemu ba, tidak pernah pula bertemu mim.

Jadi kalau kamu melihat sukun tercetak di atas mim, hukumnya sudah pasti izhar syafawi — tanpa perlu memeriksa huruf sesudahnya sama sekali.

20 contoh bacaan izhar syafawi dalam Al-Quran

Semua potongan di bawah diambil dari teks mushaf Utsmani, dan nama surah serta nomor ayatnya dicocokkan satu per satu. Perhatikan bahwa sebagian mim matinya bertemu huruf di kata yang sama, sebagian lagi bertemu huruf di kata berikutnya — keduanya berhukum sama.

  1. ٱلْحَمْدُAl-Fatihah 2Mim mati bertemu dal di kata yang sama. Mimnya dibaca jelas dengan bibir rapat sempurna, tanpa dengung yang ditahan.
  2. أَنْعَمْتَAl-Fatihah 7Mim mati bertemu ta di kata yang sama. Mimnya dibaca jelas dengan bibir rapat sempurna, tanpa dengung yang ditahan.
  3. رَزَقْنَـٰهُمْ يُنفِقُونَAl-Baqarah 3Mim mati bertemu ya di kata berikutnya. Mimnya dibaca jelas dengan bibir rapat sempurna, tanpa dengung yang ditahan.
  4. هُمْ يُوقِنُونَAl-Baqarah 4Mim mati bertemu ya di kata berikutnya. Mimnya dibaca jelas dengan bibir rapat sempurna, tanpa dengung yang ditahan.
  5. لَهُمْ عَذَابٌAli 'Imran 4Mim mati bertemu 'ain di kata berikutnya. Mimnya dibaca jelas dengan bibir rapat sempurna, tanpa dengung yang ditahan.
  6. يُصَوِّرُكُمْ فِىAli 'Imran 6Mim mati bertemu fa di kata berikutnya. Mimnya dibaca jelas dengan bibir rapat sempurna, tanpa dengung yang ditahan.
  7. عَلَيْكُمْ رَقِيبًاAn-Nisa 1Mim mati bertemu ra di kata berikutnya. Mimnya dibaca jelas dengan bibir rapat sempurna, tanpa dengung yang ditahan.
  8. أَمْوَٰلَهُمْAn-Nisa 2Mim mati bertemu wau di kata yang sama. Mimnya dibaca jelas dengan bibir rapat sempurna, tanpa dengung yang ditahan.
  9. عَلَيْكُمْ غَيْرَAl-Ma'idah 1Mim mati bertemu ghain di kata berikutnya. Mimnya dibaca jelas dengan bibir rapat sempurna, tanpa dengung yang ditahan.
  10. رَّبِّهِمْ وَرِضْوَٰنًاAl-Ma'idah 2Mim mati bertemu wau di kata berikutnya. Mimnya dibaca jelas dengan bibir rapat sempurna, tanpa dengung yang ditahan.
  11. أَنتُمْ تَمْتَرُونَAl-An'am 2Mim mati bertemu ta di kata berikutnya. Mimnya dibaca jelas dengan bibir rapat sempurna, tanpa dengung yang ditahan.
  12. سِرَّكُمْ وَجَهْرَكُمْAl-An'am 3Mim mati bertemu wau di kata berikutnya. Mimnya dibaca jelas dengan bibir rapat sempurna, tanpa dengung yang ditahan.
  13. رَّبِّكُمْ وَلَاAl-A'raf 3Mim mati bertemu wau di kata berikutnya. Mimnya dibaca jelas dengan bibir rapat sempurna, tanpa dengung yang ditahan.
  14. هُمْ قَآئِلُونَAl-A'raf 4Mim mati bertemu qaf di kata berikutnya. Mimnya dibaca jelas dengan bibir rapat sempurna, tanpa dengung yang ditahan.
  15. قُلُوبُهُمْ وَإِذَاAl-Anfal 2Mim mati bertemu wau di kata berikutnya. Mimnya dibaca jelas dengan bibir rapat sempurna, tanpa dengung yang ditahan.
  16. لَّهُمْ دَرَجَـٰتٌAl-Anfal 4Mim mati bertemu dal di kata berikutnya. Mimnya dibaca jelas dengan bibir rapat sempurna, tanpa dengung yang ditahan.
  17. أَنَّكُمْ غَيْرُAt-Tawbah 2Mim mati bertemu ghain di kata berikutnya. Mimnya dibaca jelas dengan bibir rapat sempurna, tanpa dengung yang ditahan.
  18. تُبْتُمْ فَهُوَAt-Tawbah 3Mim mati bertemu fa di kata berikutnya. Mimnya dibaca jelas dengan bibir rapat sempurna, tanpa dengung yang ditahan.
  19. مِّنْهُمْ أَنْYunus 2Mim mati bertemu hamzah di kata berikutnya. Mimnya dibaca jelas dengan bibir rapat sempurna, tanpa dengung yang ditahan.
  20. ٱلْأَمْرَYunus 3Mim mati bertemu ra di kata yang sama. Mimnya dibaca jelas dengan bibir rapat sempurna, tanpa dengung yang ditahan.

Dua huruf yang paling sulit

Meski hukumnya sederhana, ada dua huruf yang membuat izhar syafawi mudah keliru: wau dan fa.

Keduanya sama-sama melibatkan bibir. Wau keluar dengan membulatkan bibir, fa dengan menempelkan bibir bawah ke gigi atas. Karena mim juga huruf bibir, mulut cenderung menggabungkan gerakannya — dan mim yang seharusnya jelas ikut tersamar atau berdengung tanpa disadari pembacanya.

Cara memperbaikinya bukan dengan menekan mimnya lebih keras, melainkan dengan menyelesaikan mimnya lebih dulu. Rapatkan bibir sampai penuh, tahan sejenak tanpa dengung, baru lepaskan ke huruf berikutnya.

Kesalahan umum saat membacanya

Ditambah dengung. Yang paling sering. Pembaca yang terbiasa dengan ikhfa dan idgham membawa kebiasaan mendengung ke sini, padahal izhar justru menuntut sebaliknya — mim dibaca utuh lalu selesai, tanpa ekor.

Bibir tidak benar-benar rapat. Mim yang bibirnya cuma hampir menutup menghasilkan bunyi setengah jadi yang terdengar seperti ikhfa. Ini paling sering terjadi saat membaca cepat.

Ditahan terlalu lama. Kebalikannya: bibir dirapatkan lalu ditahan, sehingga terdengar seperti mim bertasydid. Izhar tidak butuh tahanan, cuma kejelasan.

Tertukar saat huruf sesudahnya ba. Kalau huruf berikutnya ba, hukumnya berpindah jadi ikhfa syafawi. Ini satu-satunya tempat izhar syafawi tidak berlaku selain saat bertemu mim.

Pertanyaan umum

Apa itu izhar syafawi?
Izhar syafawi adalah membaca mim mati dengan jelas ketika ia bertemu huruf apa pun selain mim dan ba. Kata izhar berarti jelas, dan syafawi berarti bibir, karena mim keluar dari pertemuan dua bibir. Ejaan idzhar syafawi merujuk hukum yang sama; keduanya sama-sama dipakai dalam tulisan Indonesia.
Apa saja huruf izhar syafawi?
Dua puluh enam huruf hijaiyah, yaitu semua huruf kecuali mim dan ba. Karena itu izhar syafawi jauh lebih sering ditemui daripada dua hukum mim mati lainnya. Cara mengingatnya paling ringan bukan dengan menghafal dua puluh enam huruf, melainkan menghafal dua yang dikecualikan.
Apa bedanya dengan ikhfa syafawi dan idgham mimi?
Ketiganya hukum mim mati, dan yang membedakan huruf sesudahnya. Kalau bertemu ba, hukumnya ikhfa syafawi dan bunyi mimnya disamarkan. Kalau bertemu mim, hukumnya idgham mimi dan mimnya dilebur menjadi satu bertasydid. Selain dua huruf itu, hukumnya izhar syafawi dan mimnya dibaca jelas.
Bagaimana mengenalinya di mushaf?
Lihat tanda sukun di atas mimnya. Mushaf rasm Utsmani menuliskan sukun pada mim yang dibaca jelas, dan justru membiarkannya polos tanpa tanda ketika mim itu disamarkan atau dilebur. Jadi sukun yang tercetak di atas mim sudah cukup untuk memastikan hukumnya izhar syafawi, tanpa perlu memeriksa huruf sesudahnya.
Huruf apa yang paling sulit saat membacanya?
Wau dan fa. Keduanya sama-sama melibatkan bibir, sehingga mim yang mendahuluinya mudah ikut tersamar atau berdengung tanpa disadari. Pada kedua huruf itu bibir harus benar-benar dirapatkan dulu untuk mimnya, baru dilepas ke huruf berikutnya.

Contoh di halaman ini menolongmu mengenali hukumnya di atas kertas. Yang tidak bisa dinilai sendiri adalah apakah bacaanmu sudah pas takarannya — panjang yang kelebihan atau kekurangan hampir selalu terdengar benar oleh pembacanya sendiri.

Kalau ingin tahu posisimu sekarang, cek tingkat bacaanmu lewat lima pertanyaan singkat. Gratis, tanpa perlu membuat akun dulu.

Chat kami