
Idgham mimi terjadi ketika mim mati bertemu huruf mim. Mim yang pertama dileburkan sepenuhnya ke dalam mim yang kedua, sehingga keduanya dibaca sebagai satu bunyi mim bertasydid yang ditahan sambil berdengung sekitar dua harakat.
Satu hal yang sering membingungkan: hukum ini punya tiga nama. Selain idgham mimi, ia disebut juga idgham mislain karena kedua hurufnya serupa, dan idgham mutamatsilain syafawi karena dua huruf yang sama itu sama-sama keluar dari bibir. Ketiganya menunjuk hukum yang sama persis, jadi kalau menemukan istilah berbeda di buku yang berbeda, tidak perlu bingung. Pengantar hukum dasar lainnya ada di panduan hukum tajwid dasar untuk pemula.
Cara mengenali idgham mimi saat membaca
Carilah kata yang berakhir dengan mim, lalu lihat apakah kata sesudahnya dimulai dengan mim yang bertasydid. Tasydid pada mim kedua itulah penandanya — ia menunjukkan bahwa ada mim lain yang sudah melebur ke dalamnya.
Seperti ikhfa syafawi, susunan ini paling sering muncul pada akhiran kata ganti هُم, كُم, dan هِم. Bedanya cuma huruf sesudahnya: kalau ba, itu ikhfa syafawi; kalau mim, itu idgham mimi. Dua hukum bertetangga yang dibedakan oleh satu huruf saja.
Dua puluh contoh idgham mimi dalam Al-Quran
Semua potongan diambil dari teks mushaf Utsmani, dan nomor surah serta ayatnya dicocokkan satu per satu.
- قُلُوبِهِم مَّرَضٌAl-Baqarah 10Mim mati pada him melebur ke mim pada marodhun, berdengung dua harakat.
- ءَاذَانِهِم مِّنَAl-Baqarah 19Dua mim menyatu jadi satu bunyi bertasydid pada him min.
- أَوْلَـٰدُهُم مِّنَAli 'Imran 10Mim mati pada hum melebur ke mim pada minal.
- يَرَوْنَهُم مِّثْلَيْهِمْAli 'Imran 13Mim mati pada hum melebur ke mim pada mitslaihim.
- خَلَقَكُم مِّنAn-Nisa 1Mim mati pada kum melebur ke mim pada min.
- لَكُم مِّنَAn-Nisa 3Dua mim menyatu, cukup satu bunyi mim yang ditahan.
- عَلَّمْتُم مِّنَAl-Ma'idah 4Mim mati pada tum melebur ke mim pada minal.
- كُنتُم مَّرْضَىٰٓAl-Ma'idah 6Mim mati pada tum melebur ke mim pada mardhaa.
- تَأْتِيهِم مِّنْAl-An'am 4Mim mati pada him melebur ke mim pada min.
- قَبْلِهِم مِّنAl-An'am 6Mim mati pada him melebur ke mim pada min.
- إِلَيْكُم مِّنAl-A'raf 3Mim mati pada kum melebur ke mim pada min.
- وَكَم مِّنAl-A'raf 4Susunan pendek yang sering dipakai untuk melatih idgham mimi.
- كُنتُم مُّؤْمِنِينَAl-Anfal 1Mim mati pada tum melebur ke mim pada mu'miniin.
- عَلَيْكُم مِّنَAl-Anfal 11Mim mati pada kum melebur ke mim pada minas.
- عَـٰهَدتُّم مِّنَAt-Tawbah 1Mim mati pada tum melebur ke mim pada minal.
- أَيْمَـٰنَهُم مِّنۢAt-Tawbah 12Mim mati pada hum melebur ke mim pada min.
- مَعَكُم مِّنَYunus 20Mim mati pada kum melebur ke mim pada minal.
- لَهُم مَّكْرٌYunus 21Mim mati pada hum melebur ke mim pada makrun.
- لَكُم مِّنْهُHud 2Mim mati pada kum melebur ke mim pada minhu.
- يُمَتِّعْكُم مَّتَـٰعًاHud 3Mim mati pada kum melebur ke mim pada mataa'an.
Kenapa tiga namanya perlu diketahui
Bukan sekadar soal istilah. Guru yang berbeda memakai kitab rujukan yang berbeda, dan kitab yang berbeda memilih nama yang berbeda untuk hukum yang sama. Murid yang hanya mengenal satu nama sering merasa sedang belajar hukum baru padahal sudah menguasainya, dan itu membuang waktu yang tidak perlu.
Nama idgham mimi menyebut hurufnya. Nama idgham mislain menyebut hubungan antara kedua hurufnya, yaitu serupa. Nama idgham mutamatsilain syafawi menyebut keduanya sekaligus: dua huruf yang sama persis, dan keduanya keluar dari bibir. Ketiganya benar, dan tidak ada yang lebih tepat dari yang lain.
Perlu dicatat satu hal supaya tidak keliru: idgham mutamatsilain sendiri sebenarnya berlaku untuk semua pasangan huruf yang sama, bukan hanya mim. Ketika dua huruf yang sama bertemu dan yang pertama mati, huruf itu melebur ke huruf kedua. Yang menjadikannya syafawi adalah karena huruf yang bertemu itu kebetulan mim, dan mim keluar dari bibir.
Kesalahan umum saat membaca idgham mimi
Kedua mim dibaca terpisah. Ini yang paling sering, dan biasanya karena membaca kata per kata. Padahal inti idgham adalah peleburan: yang terdengar hanya satu mim, bukan dua mim yang saling menyusul.
Dengungnya dilewati. Mim yang bertasydid ditahan tanpa dengung, sehingga terdengar seperti mim biasa yang sedikit lebih panjang. Dengung dari rongga hidung itulah yang membedakannya.
Dengungnya kepanjangan. Kebalikannya, dan biasanya terjadi saat membaca dengan lagu. Dua harakat berubah menjadi empat atau lebih. Takarannya sama seperti dengung pada hukum lain, tidak istimewa.
Bibir dibuka di tengah dengung. Selama menahan mim bertasydid, kedua bibir harus tetap rapat. Begitu terbuka, dengungnya berubah bunyi dan peleburannya terdengar putus.
Pertanyaan umum
Apa itu idgham mimi?
Kenapa idgham mimi punya banyak nama?
Apa bedanya idgham mimi dengan ikhfa syafawi?
Berapa panjang dengung idgham mimi?
Bagaimana menandai idgham mimi di mushaf?
Contoh di halaman ini menolongmu mengenali hukumnya di atas kertas. Yang tidak bisa dinilai sendiri adalah apakah bacaanmu sudah pas takarannya — panjang yang kelebihan atau kekurangan hampir selalu terdengar benar oleh pembacanya sendiri.
Kalau ingin tahu posisimu sekarang, cek tingkat bacaanmu lewat lima pertanyaan singkat. Gratis, tanpa perlu membuat akun dulu.