Ayah ibu ingin ngaji lagi? Kami yang urus semuanya.
Kamu cukup chat kami. Kami carikan gurunya, atur jadwalnya, dan daftarkan beliau. Orang tuamu tidak perlu menyentuh formulir apa pun.
Murid lansia kami ada yang mulai di atas 80 tahun, dan semuanya masuk lewat cara ini.
Kamu yang mendaftarkan, orang tuamu tinggal duduk
Ngajiku menyediakan kelas belajar ngaji lansia secara privat dan online, satu guru untuk satu murid, dengan jadwal yang mengikuti waktu muridnya.
Tidak ada formulir yang harus beliau isi, tidak ada aplikasi yang harus beliau pasang.
- 1Chat kami, sebutkan umur dan bacaannya sampai mana.
- 2Kami carikan guru yang sabar dan cocok jamnya, lalu kabari kamu.
- 3Kelas pertama jalan. Orang tuamu cukup duduk di depan layar.

Belajar ngaji lansia butuh ritme yang berbeda
Bukan kurikulum yang dipercepat, melainkan tempo yang diperlambat.

Durasi menyesuaikan
Tiga puluh menit sudah cukup. Kalau beliau lelah, sesinya berhenti di situ.

Pengulangan lebih banyak
Satu halaman boleh diulang berminggu-minggu. Tidak ada yang mengejar.

Tidak ada yang menonton
Kelas privat berarti hanya ada gurunya, tidak ada teman sekelas yang lebih lancar.
Tiga hal yang tidak semua tempat punya

Kenalan dulu, tidak langsung ambil
Tiga puluh menit bersama calon gurunya, gratis, sebelum memutuskan apa pun. Kalau rasanya belum pas, boleh kenalan lagi dengan guru lain sampai tiga kali.

Mulai dari mana pun, tidak apa-apa
Guru kami terbiasa menemani yang baru memulai lagi sesudah lama berhenti. Tidak ada yang perlu dikejar, dan tidak ada yang menilai.

Layarnya kami yang urus
Kalau tautannya bingung dibuka atau suaranya belum terdengar, kami temani sampai jalan. Sesabar yang dibutuhkan, tanpa terburu-buru.
Kenalan dulu sama pengajarnya
Yang sudah pernah mengajar murid lansia kami tampilkan lebih dulu.

Pengajar Iqra (dasar), Tahsin, Tahfid · Kudus

Pengajar Iqra (dasar), Tahsin, Tahfidz · Jember

Pengajar Tahsin, Tahfidz · Pontianak

Pengajar Iqra (dasar), Tahsin, Tahfidz · Lamongan

Pengajar Iqra (dasar), Tahfidz, Tahsin · Bulungan

Pengajar Iqra (dasar), Tahsin, Tahfidz · Kuningan

Pengajar Tahsin, Tahfidz, Iqra (dasar) · Jember

Pengajar Iqra (dasar), Tahsin, Tahfidz untuk semua usia · Bekasi

Pengajar Iqra (dasar), Tahsin, Tahfidz · Karanganyar
Yang sering ditanyakan anak-anaknya
Orang tua saya belum bisa sama sekali, apa masih bisa ikut?
Bisa. Justru itu titik mulai yang paling sering kami temui. Guru akan menyimak bacaannya sebentar di pertemuan pertama, lalu menentukan sendiri mulai dari mana, tanpa tes dan tanpa nilai. Tidak ada target yang harus dikejar dalam waktu tertentu, dan kalau satu halaman perlu diulang berminggu-minggu, itu tidak jadi masalah. Kalau dulu pernah mengaji lalu berhenti puluhan tahun, itu juga bukan halangan — yang tertinggal biasanya kembali lebih cepat dari yang diduga. Kisah murid-murid yang memulai di usia senja kami tuliskan di artikel tidak ada kata terlambat.
Orang tua saya gagap teknologi, bagaimana masuk kelasnya?
Kamu yang kami hubungi, bukan beliau. Tautan kelas kami kirim ke WhatsApp-mu, dan kamu tinggal membukakannya di ponsel atau laptop orang tuamu. Kalau di pertemuan pertama gambarnya belum muncul atau suaranya belum terdengar, tim kami menemani sampai jalan. Beliau tidak perlu memasang aplikasi apa pun dan tidak perlu punya akun sendiri. Yang perlu disiapkan cuma tempat duduk yang nyaman dan perangkat yang biasa beliau pakai; earphone berkabel membuat suara guru lebih jernih, dan mushaf cetakan besar menolong kalau hurufnya mulai terasa kecil. Kalau kamu tidak serumah dengan beliau, tidak masalah — banyak keluarga kami begitu: kamu memantau lewat WhatsApp dari kotamu, gurunya yang menemani di kelas, dan kabar perkembangannya tetap sampai ke kamu. Di sesi-sesi awal kamu juga boleh ikut duduk menemani sampai semuanya terasa biasa.
Apa bedanya belajar ngaji lansia dengan kelas biasa?
Isinya sama, temponya yang berbeda. Durasinya lebih pendek, pengulangannya lebih banyak, dan gurunya tidak berpindah materi sebelum benar-benar mantap. Karena kelasnya privat, tidak ada teman sekelas yang lebih lancar, jadi tidak ada rasa sungkan yang biasanya membuat orang berhenti di pertemuan kedua atau ketiga. Jadwalnya pun mengikuti kebiasaan beliau — pagi selepas subuh atau sore selepas ashar — bukan sebaliknya. Guru juga tidak segan mengulang dari awal ketika pekan sebelumnya terlewat karena beliau kurang sehat — kelasnya menyesuaikan kondisi, bukan kalender. Yang dikejar bukan cepatnya, melainkan rasa nyaman yang membuat beliau menantikan jadwalnya sendiri.
Kalau gurunya ternyata kurang cocok, bagaimana?
Bilang saja ke kami, dan kami carikan guru lain. Perkenalan tiga puluh menit sebelum memutuskan memang disediakan untuk itu, dan tidak ada infaq untuk perkenalannya. Tiap murid bisa mencoba sampai tiga guru berbeda, jadi tidak perlu buru-buru memilih yang pertama. Cocok atau tidak cocok itu wajar, apalagi untuk orang tua yang sudah punya cara belajarnya sendiri, dan lebih baik ketahuan di awal daripada di tengah jalan. Pergantian guru juga tidak membuat semuanya mulai dari nol: catatan perkembangan beliau ikut berpindah, jadi guru berikutnya tahu persis sampai mana dan bagaimana beliau paling nyaman belajar.
Tidak ada kata terlambat
Murid lansia kami ada yang mulai di atas 80 tahun. Chat kami, sisanya kami yang urus.
Terakhir diperbarui








