Keutamaan Membaca Al-Qur'an dalam Kehidupan Sehari-hari
Membaca Al-Qur'an bukan sekadar rutinitas ibadah. Ada pahala yang dihitung per huruf, syafaat yang dijanjikan, dan ketenangan yang terasa di hari-hari biasa. Artikel ini merangkum keutamaannya, termasuk kabar baik untuk kamu yang masih terbata.

Keutamaan membaca Al-Qur'an adalah kedudukan dan balasan istimewa yang Allah janjikan bagi siapa pun yang membaca kitab-Nya, baik yang sudah lancar maupun yang baru belajar. Keutamaan ini mencakup pahala yang dihitung per huruf, syafaat (pertolongan) di hari akhir, ketenangan hati di dunia, sampai kemuliaan khusus bagi pembaca yang masih terbata. Dengan kata lain, tidak ada bacaan yang terlalu sedikit dan tidak ada pembaca yang terlalu pemula untuk mendapat bagiannya.
Pahala mengalir dari setiap huruf
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, artinya: siapa membaca satu huruf dari Kitab Allah, baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipat. Beliau menegaskan bahwa alif lam mim bukan dihitung satu huruf, melainkan alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf (HR. Tirmidzi). Coba renungkan hitungannya: satu baris pendek saja sudah berisi puluhan huruf. Ini kabar yang sangat melegakan bagi pemula, karena pahala tidak menunggu kamu khatam; ia sudah mengalir sejak huruf pertama yang kamu baca hari ini.
Menjadi syafaat di hari akhir
Dalam hadits riwayat Muslim disebutkan, artinya: bacalah Al-Qur'an, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi para pembacanya. Al-Qur'an yang kita baca pelan-pelan di kamar, di sela pekerjaan, atau ditemani guru, kelak menjadi saksi dan penolong. Persahabatan dengan Al-Qur'an adalah investasi yang tidak pernah rugi, dan ia dibangun dari kebiasaan kecil yang rutin, bukan dari momen besar sesekali.
Menenangkan hati di tengah hari yang riuh
Allah berfirman, artinya: ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram (QS. Ar-Ra'd: 28). Membaca Al-Qur'an adalah salah satu bentuk dzikir yang paling utama. Banyak orang merasakan efeknya secara sederhana: ritme membaca yang pelan membuat napas ikut melambat, pikiran yang tadinya berlarian jadi menetap pada satu hal baik. Pengalaman ini kami bahas lebih dalam di artikel manfaat ngaji untuk ketenangan hati.
Menghidupkan rumah dengan cahaya
Rasulullah menganjurkan agar rumah tidak dibiarkan sepi dari bacaan Al-Qur'an. Dalam hadits riwayat Muslim disebutkan, artinya: jangan jadikan rumah-rumah kalian seperti kuburan, sesungguhnya setan lari dari rumah yang di dalamnya dibacakan surat Al-Baqarah. Rumah yang terbiasa mendengar ayat-ayat Allah terasa berbeda: lebih hidup, lebih teduh, dan menjadi teladan alami bagi anak-anak. Tidak perlu menunggu bacaanmu indah; suara terbata seorang ayah atau ibu yang sedang belajar pun sudah menghidupkan rumah.
Yang terbata justru mendapat dua pahala
Inilah keutamaan yang paling sering membuat pemula lega. Rasulullah bersabda, artinya: orang yang mahir membaca Al-Qur'an akan bersama para malaikat yang mulia, sedangkan orang yang membaca dengan terbata dan merasa berat mendapat dua pahala (HR. Bukhari dan Muslim). Dua pahala itu adalah pahala membacanya dan pahala kesungguhan belajarnya. Jadi proses belajar itu sendiri sudah ibadah. Kalau hari ini bacaanmu masih tersendat, kamu sedang berada di fase yang justru dimuliakan, bukan fase yang memalukan.
Diangkat derajatnya di dunia dan akhirat
Rasulullah bersabda, artinya: sesungguhnya Allah mengangkat derajat sebagian kaum dengan Kitab ini dan merendahkan sebagian yang lain dengannya (HR. Muslim). Sejarah membuktikannya: orang-orang yang akrab dengan Al-Qur'an dimuliakan di tengah umat, dijadikan imam, didengar nasihatnya. Dan pintu kemuliaan itu terbuka untuk siapa saja yang mau memulai, bukan hanya untuk yang bersuara merdu.
Mulai dari satu huruf hari ini
Semua keutamaan di atas punya satu pintu masuk yang sama: mulai. Tidak perlu langsung satu juz; satu baris yang dibaca dengan sungguh-sungguh sudah dihitung, huruf demi huruf. Kalau kamu belum lancar, jalur belajarnya bisa diikuti dari panduan belajar membaca Al-Qur'an dari nol, dan kalau ingin ditemani, guru yang sabar akan membuat langkah pertamamu jauh lebih ringan. Lengkapi juga dengan adab membaca Al-Qur'an supaya tilawahmu makin bermakna.
Belajar Membaca dari Nol
Peta lengkap tahapan belajar membaca Al-Qur'an, dari huruf sampai mushaf.
Baca panduannyaNgaji dan Ketenangan Hati
Kenapa membaca Al-Qur'an terasa menenangkan, dan cara merasakannya tiap hari.
Baca artikelnyaPertanyaan umum
Apakah membaca Al-Qur'an dengan terbata tetap berpahala?
Berapa ayat minimal yang sebaiknya dibaca setiap hari?
Lebih utama membaca sendiri atau mendengarkan bacaan orang lain?
Apakah harus memahami artinya agar mendapat pahala?
Kapan waktu terbaik untuk membaca Al-Qur'an?
Ingin bacaanmu makin dekat dengan keutamaannya?
Coba Sesi Ta'aruf 30 menit: berkenalan dengan guru, bacaanmu disimak, dan kamu tahu harus mulai dari mana.
Coba Sesi Ta'aruf