Beranda / Artikel / Keutamaan Membaca Al-Qur'an

Keutamaan Membaca Al-Qur'an dalam Kehidupan Sehari-hari

Membaca Al-Qur'an bukan sekadar rutinitas ibadah. Ada pahala yang dihitung per huruf, syafaat yang dijanjikan, dan ketenangan yang terasa di hari-hari biasa. Artikel ini merangkum keutamaannya, termasuk kabar baik untuk kamu yang masih terbata.

Tim NgajikuDitinjau guru Ngajiku15 Juli 20266 menit baca
Mushaf terbuka di meja kayu dengan cahaya pagi yang hangat

Keutamaan membaca Al-Qur'an adalah kedudukan dan balasan istimewa yang Allah janjikan bagi siapa pun yang membaca kitab-Nya, baik yang sudah lancar maupun yang baru belajar. Keutamaan ini mencakup pahala yang dihitung per huruf, syafaat (pertolongan) di hari akhir, ketenangan hati di dunia, sampai kemuliaan khusus bagi pembaca yang masih terbata. Dengan kata lain, tidak ada bacaan yang terlalu sedikit dan tidak ada pembaca yang terlalu pemula untuk mendapat bagiannya.

Pahala mengalir dari setiap huruf

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, artinya: siapa membaca satu huruf dari Kitab Allah, baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipat. Beliau menegaskan bahwa alif lam mim bukan dihitung satu huruf, melainkan alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf (HR. Tirmidzi). Coba renungkan hitungannya: satu baris pendek saja sudah berisi puluhan huruf. Ini kabar yang sangat melegakan bagi pemula, karena pahala tidak menunggu kamu khatam; ia sudah mengalir sejak huruf pertama yang kamu baca hari ini.

Menjadi syafaat di hari akhir

Dalam hadits riwayat Muslim disebutkan, artinya: bacalah Al-Qur'an, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi para pembacanya. Al-Qur'an yang kita baca pelan-pelan di kamar, di sela pekerjaan, atau ditemani guru, kelak menjadi saksi dan penolong. Persahabatan dengan Al-Qur'an adalah investasi yang tidak pernah rugi, dan ia dibangun dari kebiasaan kecil yang rutin, bukan dari momen besar sesekali.

Menenangkan hati di tengah hari yang riuh

Allah berfirman, artinya: ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram (QS. Ar-Ra'd: 28). Membaca Al-Qur'an adalah salah satu bentuk dzikir yang paling utama. Banyak orang merasakan efeknya secara sederhana: ritme membaca yang pelan membuat napas ikut melambat, pikiran yang tadinya berlarian jadi menetap pada satu hal baik. Pengalaman ini kami bahas lebih dalam di artikel manfaat ngaji untuk ketenangan hati.

Menghidupkan rumah dengan cahaya

Rasulullah menganjurkan agar rumah tidak dibiarkan sepi dari bacaan Al-Qur'an. Dalam hadits riwayat Muslim disebutkan, artinya: jangan jadikan rumah-rumah kalian seperti kuburan, sesungguhnya setan lari dari rumah yang di dalamnya dibacakan surat Al-Baqarah. Rumah yang terbiasa mendengar ayat-ayat Allah terasa berbeda: lebih hidup, lebih teduh, dan menjadi teladan alami bagi anak-anak. Tidak perlu menunggu bacaanmu indah; suara terbata seorang ayah atau ibu yang sedang belajar pun sudah menghidupkan rumah.

Yang terbata justru mendapat dua pahala

Inilah keutamaan yang paling sering membuat pemula lega. Rasulullah bersabda, artinya: orang yang mahir membaca Al-Qur'an akan bersama para malaikat yang mulia, sedangkan orang yang membaca dengan terbata dan merasa berat mendapat dua pahala (HR. Bukhari dan Muslim). Dua pahala itu adalah pahala membacanya dan pahala kesungguhan belajarnya. Jadi proses belajar itu sendiri sudah ibadah. Kalau hari ini bacaanmu masih tersendat, kamu sedang berada di fase yang justru dimuliakan, bukan fase yang memalukan.

Diangkat derajatnya di dunia dan akhirat

Rasulullah bersabda, artinya: sesungguhnya Allah mengangkat derajat sebagian kaum dengan Kitab ini dan merendahkan sebagian yang lain dengannya (HR. Muslim). Sejarah membuktikannya: orang-orang yang akrab dengan Al-Qur'an dimuliakan di tengah umat, dijadikan imam, didengar nasihatnya. Dan pintu kemuliaan itu terbuka untuk siapa saja yang mau memulai, bukan hanya untuk yang bersuara merdu.

Mulai dari satu huruf hari ini

Semua keutamaan di atas punya satu pintu masuk yang sama: mulai. Tidak perlu langsung satu juz; satu baris yang dibaca dengan sungguh-sungguh sudah dihitung, huruf demi huruf. Kalau kamu belum lancar, jalur belajarnya bisa diikuti dari panduan belajar membaca Al-Qur'an dari nol, dan kalau ingin ditemani, guru yang sabar akan membuat langkah pertamamu jauh lebih ringan. Lengkapi juga dengan adab membaca Al-Qur'an supaya tilawahmu makin bermakna.

Pertanyaan umum

Apakah membaca Al-Qur'an dengan terbata tetap berpahala?
Tetap, bahkan istimewa. Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa orang yang membaca Al-Qur'an dengan terbata dan merasa berat mendapat dua pahala: pahala membaca dan pahala kesungguhannya. Jadi fase terbata bukan aib, melainkan fase yang justru dimuliakan.
Berapa ayat minimal yang sebaiknya dibaca setiap hari?
Tidak ada batas minimal yang mengikat. Yang dianjurkan adalah rutin, walau sedikit; amal yang dicintai Allah adalah yang berkelanjutan meski kecil (HR. Bukhari dan Muslim). Banyak guru menyarankan mulai dari beberapa ayat atau 10 menit sehari, lalu bertambah secara alami.
Lebih utama membaca sendiri atau mendengarkan bacaan orang lain?
Keduanya berpahala dan saling melengkapi. Membaca sendiri melatih lisan dan mendapat pahala tiap huruf, sedangkan mendengarkan dengan saksama juga ibadah dan cara belajar yang baik. Untuk pemula, kombinasi keduanya paling sehat: dengarkan contoh, lalu tirukan dengan disimak.
Apakah harus memahami artinya agar mendapat pahala?
Tidak harus. Membaca Al-Qur'an sudah bernilai ibadah meskipun belum memahami artinya, dan pahalanya dihitung per huruf. Memahami arti tentu menambah kekhusyukan dan sangat dianjurkan, tapi ia penyempurna, bukan syarat.
Kapan waktu terbaik untuk membaca Al-Qur'an?
Waktu terbaik adalah waktu yang bisa kamu jaga rutin, entah selepas subuh, sela istirahat kerja, atau malam sebelum tidur. Pembahasan lengkap tiap pilihan waktu ada di artikel waktu terbaik belajar ngaji di situs ini.

Ingin bacaanmu makin dekat dengan keutamaannya?

Coba Sesi Ta'aruf 30 menit: berkenalan dengan guru, bacaanmu disimak, dan kamu tahu harus mulai dari mana.

Coba Sesi Ta'aruf
Chat kami