Beranda / Artikel / Adab Membaca Al-Qur'an

Adab Membaca Al-Qur'an yang Perlu Diketahui Pemula

Adab adalah cara kita menghormati Kalamullah, bukan daftar aturan yang membuat takut memulai. Artikel ini merangkum adab sebelum, saat, dan sesudah membaca, plus adab belajar pada guru, dengan bahasa yang ramah untuk pemula.

Tim NgajikuDitinjau guru Ngajiku15 Juli 20266 menit baca
Seseorang duduk tenang membaca mushaf di ruangan yang bersih dan rapi

Adab membaca Al-Qur'an adalah tata krama lahir dan batin yang dianjurkan saat berinteraksi dengan Kitab Allah: dari menyiapkan diri sebelum membaca, sikap ketika membaca, sampai cara menutupnya. Intinya satu: penghormatan. Kita sedang membaca firman Allah, bukan bacaan biasa, sehingga wajar bila ia disambut dengan persiapan terbaik yang kita mampu. Penting dicatat sejak awal: adab adalah penyempurna, bukan pintu masuk yang berpagar. Pemula yang belum hafal semua adabnya tetap sangat dianjurkan membaca sambil belajar sedikit demi sedikit.

Adab sebelum membaca

  • Berwudhu. Membaca dalam keadaan suci adalah bentuk penghormatan yang paling dasar, apalagi bila membaca dari mushaf.
  • Pilih tempat yang bersih. Tidak harus khusus; meja belajar atau sudut kamar yang rapi sudah baik. Yang dihindari adalah tempat yang kotor atau tidak pantas.
  • Luruskan niat. Sebentar saja, hadirkan dalam hati bahwa kamu membaca untuk mendekat kepada Allah, bukan sekadar menggugurkan target.
  • Awali dengan ta'awudz dan basmalah. Ta'awudz adalah bacaan memohon perlindungan dari setan, dan basmalah dibaca di awal surat kecuali surat At-Taubah. Gurumu akan mencontohkan lafalnya dengan benar.

Adab saat membaca

Yang paling utama adalah membaca dengan tartil: pelan, jelas hurufnya, tidak tergesa. Allah sendiri yang memerintahkannya, artinya: dan bacalah Al-Qur'an itu dengan perlahan-lahan (QS. Al-Muzzammil: 4). Tartil bukan soal keindahan suara, melainkan soal memberi hak tiap huruf; justru karena itu ia sangat ramah bagi pemula, sebab pelan memang lebih mudah daripada cepat. Sikap tubuh yang tenang, tidak sambil bercanda, dan berhenti sejenak bila ada yang mengajak bicara, semuanya bagian dari penghormatan yang sama. Kalau ingin tahu aturan bacaannya lebih jauh, mulai dari hukum tajwid dasar untuk pemula.

Adab sesudah membaca

Tutup dengan doa ringkas memohon agar bacaan diterima, lalu simpan mushaf di tempat yang layak, tidak diletakkan sembarangan atau ditindih barang lain. Banyak guru juga menganjurkan membawa satu-dua ayat yang tadi dibaca ke dalam renungan hari itu, supaya Al-Qur'an tidak berhenti di lisan.

Adab belajar pada guru

Karena Al-Qur'an diturunkan dan diajarkan secara lisan, belajar membaca sejak dulu dilakukan berhadap-hadapan dengan guru. Adabnya sederhana: datang tepat waktu, dengarkan contoh sampai selesai sebelum menirukan, terima koreksi dengan lapang (koreksi adalah hadiah, bukan teguran), dan jangan malu bertanya. Guru yang baik justru senang pada murid yang banyak bertanya, karena itu tanda kesungguhan. Kalau kamu belum punya pembimbing, keutamaan membacanya sendiri sudah kami tulis di artikel keutamaan membaca Al-Qur'an, dan memulainya bisa dari program berjenjang bersama guru.

Adab bukan syarat sah untuk mulai belajar

Ini pesan yang paling ingin kami sampaikan ke pemula: jangan menunda belajar hanya karena merasa belum sempurna adabnya. Adab tumbuh bersama kebiasaan; makin sering kamu duduk bersama Al-Qur'an, makin alami adab itu melekat. Salah baca ketika sedang belajar juga bukan dosa, melainkan bagian dari proses yang justru diganjar dua pahala. Yang keliru bukanlah yang terbata, melainkan yang tidak pernah memulai karena takut salah.

Pertanyaan umum

Haruskah selalu berwudhu sebelum membaca Al-Qur'an?
Untuk menyentuh mushaf, mayoritas ulama menganjurkan dalam keadaan suci, dan berwudhu jelas lebih utama. Namun untuk membaca dari hafalan atau dari layar HP, ada perbedaan pendapat di kalangan ulama; sebagian membolehkan tanpa wudhu. Ambil yang paling menenangkan hatimu, dan tanyakan pada gurumu untuk panduan yang kamu ikuti.
Bolehkah membaca Al-Qur'an sambil rebahan atau lewat HP?
Membaca lewat aplikasi di HP sah dan pahalanya insya Allah sama; yang berubah hanya medianya. Membaca sambil berbaring juga dibolehkan oleh para ulama selama tetap menjaga penghormatan. Duduk yang tenang tentu lebih utama, tapi jangan sampai soal posisi menghalangimu membaca sama sekali.
Bacaan saya belum lancar, bolehkah tetap membaca Al-Qur'an?
Sangat boleh, bahkan dianjurkan. Orang yang membaca dengan terbata mendapat dua pahala: pahala membaca dan pahala kesungguhan belajarnya (HR. Bukhari dan Muslim). Adab bukan penghalang bagi pemula; membaca sambil terus memperbaiki diri justru inti dari belajar.
Haruskah menghadap kiblat saat membaca?
Menghadap kiblat termasuk adab yang dianjurkan para ulama, bukan syarat sah. Kalau posisimu tidak memungkinkan, misalnya di kendaraan atau di sela kerja, bacaanmu tetap sah dan berpahala. Lakukan yang mudah, sempurnakan yang bisa.
Apakah wanita yang sedang haid boleh belajar teori tajwid?
Belajar teori tajwid, menyimak bacaan, dan menghafal materi pelajaran umumnya dibolehkan. Yang diperselisihkan ulama adalah membaca ayat secara langsung dan menyentuh mushaf; sebagian melarang, sebagian membolehkan dengan batasan tertentu. Karena ada perbedaan pendapat, paling aman tanyakan pada guru yang membimbingmu.

Belajar adab dan bacaan sekaligus, bersama guru

Di program Iqra, guru mencontohkan bukan hanya hurufnya, tapi juga adabnya, sejak sesi pertama.

Mulai Belajar Iqra
Chat kami