
Mad lazim mutsaqqal kilmi adalah bacaan panjang enam harakat yang terjadi ketika huruf mad bertemu huruf bertasydid di dalam satu kata. Tiga kata dalam namanya masing-masing menjelaskan satu hal: kilmi berarti terjadi pada kata, lazim berarti panjangnya tetap, dan mutsaqqal berarti berat karena ada tasydid yang harus ditekan sesudah madnya.
Di antara semua jenis mad, inilah yang paling tidak memberi pilihan. Mad jaiz boleh dipilih panjangnya, mad arid berubah mengikuti cara berhenti, tetapi mad lazim selalu enam harakat — dalam bacaan cepat maupun lambat. Untuk melihat posisinya di antara jenis mad yang lain, baca panduan mengenal mad.
Cara mengenali mad lazim mutsaqqal kilmi
Tiga syarat, dan ketiganya harus terpenuhi bersamaan.
Pertama, ada huruf mad. Alif sesudah fathah, wau mati sesudah dhammah, atau ya mati sesudah kasrah.
Kedua, huruf sesudahnya bertasydid. Bukan hamzah, bukan huruf mati biasa — melainkan huruf yang bertasydid.
Ketiga, keduanya berada di dalam satu kata. Kalau tasydidnya ada di kata berikutnya, hukumnya bukan ini.
Di mushaf, pertemuan seperti ini hampir selalu diberi tanda maddah — garis kecil melengkung di atas huruf madnya. Tanda itu memberitahu bahwa madnya lebih panjang dari dua harakat, dan jadi petunjuk pertama yang paling cepat. Tetapi tanda maddah saja belum cukup untuk memastikan jenisnya, karena mad wajib muttasil juga memakainya. Setelah melihat tanda itu, tetap periksa huruf sesudahnya.
Dua puluh contoh mad lazim mutsaqqal kilmi dalam Al-Quran
Semua potongan diambil dari teks mushaf Utsmani, dan nama surah serta nomor ayatnya dicocokkan satu per satu. Perhatikan bahwa huruf bertasydid sesudah madnya berganti-ganti — lam, ba, ra, jim, dan lainnya — sementara hukumnya tetap sama.
- ٱلضَّآلِّينَAl-Fatihah 7Huruf mad bertemu lam bertasydid di dalam satu kata. Dipanjangkan enam harakat, lalu ditekan pada lam-nya.
- لِيُحَآجُّوكُمAl-Baqarah 76Huruf mad bertemu jim bertasydid di dalam satu kata. Dipanjangkan enam harakat, lalu ditekan pada jim-nya.
- بِضَآرِّينَAl-Baqarah 102Huruf mad bertemu ra bertasydid di dalam satu kata. Dipanjangkan enam harakat, lalu ditekan pada ra-nya.
- حَآجُّوكَAli 'Imran 20Huruf mad bertemu jim bertasydid di dalam satu kata. Dipanjangkan enam harakat, lalu ditekan pada jim-nya.
- حَآجَّكَAli 'Imran 61Huruf mad bertemu jim bertasydid di dalam satu kata. Dipanjangkan enam harakat, lalu ditekan pada jim-nya.
- مُضَآرٍّAn-Nisa 12Huruf mad bertemu ra bertasydid di dalam satu kata. Dipanjangkan enam harakat, lalu ditekan pada ra-nya.
- ءَآمِّينَAl-Ma'idah 2Huruf mad bertemu mim bertasydid di dalam satu kata. Dipanjangkan enam harakat, lalu ditekan pada mim-nya.
- دَآبَّةٍAl-An'am 38Huruf mad bertemu ba bertasydid di dalam satu kata. Dipanjangkan enam harakat, lalu ditekan pada ba-nya.
- وَحَآجَّهُۥAl-An'am 80Huruf mad bertemu jim bertasydid di dalam satu kata. Dipanjangkan enam harakat, lalu ditekan pada jim-nya.
- شَآقُّوا۟Al-Anfal 13Huruf mad bertemu qaf bertasydid di dalam satu kata. Dipanjangkan enam harakat, lalu ditekan pada qaf-nya.
- ٱلدَّوَآبِّAl-Anfal 22Huruf mad bertemu ba bertasydid di dalam satu kata. Dipanjangkan enam harakat, lalu ditekan pada ba-nya.
- ٱلْحَآجِّAt-Tawbah 19Huruf mad bertemu jim bertasydid di dalam satu kata. Dipanjangkan enam harakat, lalu ditekan pada jim-nya.
- كَآفَّةًAt-Tawbah 36Huruf mad bertemu fa bertasydid di dalam satu kata. Dipanjangkan enam harakat, lalu ditekan pada fa-nya.
- تَتَّبِعَآنِّYunus 89Huruf mad bertemu nun bertasydid di dalam satu kata. Dipanjangkan enam harakat, lalu ditekan pada nun-nya.
- رَآدَّYunus 107Huruf mad bertemu dal bertasydid di dalam satu kata. Dipanjangkan enam harakat, lalu ditekan pada dal-nya.
- وَٱلْجَآنَّAl-Hijr 27Huruf mad bertemu nun bertasydid di dalam satu kata. Dipanjangkan enam harakat, lalu ditekan pada nun-nya.
- ٱلضَّآلُّونَAl-Hijr 56Huruf mad bertemu lam bertasydid di dalam satu kata. Dipanjangkan enam harakat, lalu ditekan pada lam-nya.
- تُشَـٰٓقُّونَAn-Nahl 27Huruf mad bertemu qaf bertasydid di dalam satu kata. Dipanjangkan enam harakat, lalu ditekan pada qaf-nya.
- بِرَآدِّىAn-Nahl 71Huruf mad bertemu dal bertasydid di dalam satu kata. Dipanjangkan enam harakat, lalu ditekan pada dal-nya.
- وَٱلدَّوَآبُّAl-Hajj 18Huruf mad bertemu ba bertasydid di dalam satu kata. Dipanjangkan enam harakat, lalu ditekan pada ba-nya.
Membedakannya dari mad wajib muttasil
Inilah kekeliruan yang paling sering terjadi, dan penyebabnya masuk akal: keduanya sama-sama bertanda maddah dan sama-sama terjadi di dalam satu kata. Di mushaf, sekilas keduanya terlihat serupa.
Pembedanya satu saja, dan tidak pernah meleset: lihat huruf tepat sesudah huruf madnya. Kalau yang datang hamzah, itu mad wajib muttasil. Kalau yang datang huruf bertasydid, itu mad lazim mutsaqqal kilmi.
Akibatnya berbeda pula. Mad wajib muttasil dibaca empat sampai lima harakat menurut kebanyakan riwayat, sedangkan mad lazim mutsaqqal kilmi selalu enam. Selisihnya terdengar, terutama kalau dibaca berdampingan dalam satu ayat.
Ada satu lagi yang sering tertukar: mad lazim mukhaffaf kilmi. Bedanya bukan pada madnya, melainkan pada huruf sesudahnya — bertasydid berarti mutsaqqal alias berat, bersukun biasa berarti mukhaffaf alias ringan. Yang mukhaffaf jauh lebih jarang; kami hitung dan hasilnya cuma satu di seluruh Al-Quran.
Kesalahan umum saat membacanya
Dibaca empat harakat. Biasanya karena tertukar dengan mad wajib muttasil, atau karena terbawa irama bacaan sebelumnya. Mad lazim tidak punya pilihan panjang.
Tasydidnya dilewati. Madnya dipanjangkan penuh enam harakat, lalu huruf bertasydid sesudahnya diucapkan seperti huruf biasa. Padahal justru tekanan pada tasydid itulah yang membuatnya disebut mutsaqqal.
Panjangnya berubah-ubah dalam satu bacaan. Contoh yang sama dibaca enam harakat di awal surah lalu empat harakat di tengah, karena napas mulai pendek. Takaran mad harus tetap sepanjang bacaan.
Tanda maddah dianggap penentu jenis. Tanda itu memberitahu bahwa madnya panjang, bukan memberitahu jenisnya. Sesudah melihat tanda maddah, tetap periksa huruf sesudahnya — hamzah atau bertasydid.
Pertanyaan umum
Apa itu mad lazim mutsaqqal kilmi?
Berapa panjang bacaannya?
Apa bedanya dengan mad lazim mutsaqqal harfi?
Apa bedanya dengan mad wajib muttasil?
Apa contoh yang paling dikenal?
Contoh di halaman ini menolongmu mengenali hukumnya di atas kertas. Yang tidak bisa dinilai sendiri adalah apakah bacaanmu sudah pas takarannya — panjang yang kelebihan atau kekurangan hampir selalu terdengar benar oleh pembacanya sendiri.
Kalau ingin tahu posisimu sekarang, cek tingkat bacaanmu lewat lima pertanyaan singkat. Gratis, tanpa perlu membuat akun dulu.