
Ikhfa adalah menyamarkan bunyi nun mati atau tanwin ketika bertemu salah satu dari lima belas huruf ikhfa. Bunyinya tidak dibaca jelas seperti izhar, tidak pula dilebur habis seperti idgham — ia berada tepat di antara keduanya: samar, berdengung, ditahan sekitar dua harakat.
Dari empat hukum nun mati, ikhfa punya huruf paling banyak. Lima belas dari dua puluh sembilan huruf hijaiyah masuk ke sini, jadi secara hitungan sederhana ikhfa adalah hukum yang paling sering kamu temui di halaman mana pun. Untuk gambaran menyeluruh hukum-hukum dasarnya, lihat panduan hukum tajwid dasar.
Cara mengenali bacaan ikhfa
Dua hal saja yang perlu diperiksa, dan urutannya penting.
Pertama, temukan nun matinya. Nun mati bisa berwujud huruf nun bersukun, atau berwujud tanwin — baris dua di ujung kata. Tanwin pada dasarnya nun mati yang tidak ditulis sebagai huruf, jadi keduanya berhukum sama persis. Bedanya hanya letak: nun bersukun bisa berada di tengah kata, sedangkan tanwin selalu di ujung sehingga huruf sesudahnya pasti berada di kata berikutnya.
Kedua, lihat huruf tepat sesudahnya. Kalau huruf itu salah satu dari lima belas huruf ikhfa, bacaannya ikhfa. Lima belas huruf itu: ta, tsa, jim, dal, dzal, zai, sin, syin, shad, dhad, tha, zha, fa, qaf, kaf.
Kalau kesulitan menghafal lima belas huruf sekaligus, balik saja cara mengingatnya. Hafalkan yang sedikit — enam huruf izhar, empat huruf idgham, satu huruf iqlab — lalu sisanya ikhfa. Sebelas huruf jauh lebih ringan diingat daripada lima belas, dan hasilnya sama.
Dua puluh contoh bacaan ikhfa dalam Al-Quran
Semua potongan di bawah diambil dari teks mushaf Utsmani, dan nama surah serta nomor ayatnya dicocokkan satu per satu. Perhatikan bahwa sebagian berupa nun bersukun di tengah kata, sebagian lagi berupa tanwin yang bertemu huruf ikhfa di kata sesudahnya.
- مَّرَضٌ فَزَادَهُمُAl-Baqarah 10Tanwin bertemu fa. Bunyi nun-nya disamarkan, ditahan dua harakat sambil bersiap ke fa.
- نَارًا فَلَمَّآAl-Baqarah 17Tanwin bertemu fa. Bunyi nun-nya disamarkan, ditahan dua harakat sambil bersiap ke fa.
- عَذَابٌ شَدِيدٌAli 'Imran 4Tanwin bertemu syin. Bunyi nun-nya disamarkan, ditahan dua harakat sambil bersiap ke syin.
- شَىْءٌ فِىAli 'Imran 5Tanwin bertemu fa. Bunyi nun-nya disamarkan, ditahan dua harakat sambil bersiap ke fa.
- رِجَالًا كَثِيرًاAn-Nisa 1Tanwin bertemu kaf. Bunyi nun-nya disamarkan, ditahan dua harakat sambil bersiap ke kaf.
- حُوبًا كَبِيرًاAn-Nisa 2Tanwin bertemu kaf. Bunyi nun-nya disamarkan, ditahan dua harakat sambil bersiap ke kaf.
- جُنُبًا فَٱطَّهَّرُوا۟Al-Ma'idah 6Tanwin bertemu fa. Bunyi nun-nya disamarkan, ditahan dua harakat sambil bersiap ke fa.
- جَنَّـٰتٍ تَجْرِىAl-Ma'idah 12Tanwin bertemu ta. Bunyi nun-nya disamarkan, ditahan dua harakat sambil bersiap ke ta.
- طِينٍ ثُمَّAl-An'am 2Tanwin bertemu tsa. Bunyi nun-nya disamarkan, ditahan dua harakat sambil bersiap ke tsa.
- كِتَـٰبًا فِىAl-An'am 7Tanwin bertemu fa. Bunyi nun-nya disamarkan, ditahan dua harakat sambil bersiap ke fa.
- فَـٰحِشَةً قَالُوا۟Al-A'raf 28Tanwin bertemu qaf. Bunyi nun-nya disamarkan, ditahan dua harakat sambil bersiap ke qaf.
- أُمَمٍ قَدْAl-A'raf 38Tanwin bertemu qaf. Bunyi nun-nya disamarkan, ditahan dua harakat sambil bersiap ke qaf.
- وَرِزْقٌ كَرِيمٌAl-Anfal 4Tanwin bertemu kaf. Bunyi nun-nya disamarkan, ditahan dua harakat sambil bersiap ke kaf.
- زَحْفًا فَلَاAl-Anfal 15Tanwin bertemu fa. Bunyi nun-nya disamarkan, ditahan dua harakat sambil bersiap ke fa.
- أَحَدًا فَأَتِمُّوٓا۟At-Tawbah 4Tanwin bertemu fa. Bunyi nun-nya disamarkan, ditahan dua harakat sambil bersiap ke fa.
- ثَمَنًا قَلِيلًاAt-Tawbah 9Tanwin bertemu qaf. Bunyi nun-nya disamarkan, ditahan dua harakat sambil bersiap ke qaf.
- أَيَّامٍ ثُمَّYunus 3Tanwin bertemu tsa. Bunyi nun-nya disamarkan, ditahan dua harakat sambil bersiap ke tsa.
- قَآئِمًا فَلَمَّاYunus 12Tanwin bertemu fa. Bunyi nun-nya disamarkan, ditahan dua harakat sambil bersiap ke fa.
- فَضْلٍ فَضْلَهُۥHud 3Tanwin bertemu fa. Bunyi nun-nya disamarkan, ditahan dua harakat sambil bersiap ke fa.
- شَىْءٍ قَدِيرٌHud 4Tanwin bertemu qaf. Bunyi nun-nya disamarkan, ditahan dua harakat sambil bersiap ke qaf.
Kenapa bunyinya berbeda-beda meski hukumnya sama
Satu hal yang jarang disebutkan: dengung ikhfa tidak selalu terdengar persis sama. Bentuk mulut saat menyamarkan nun mengikuti huruf yang akan datang sesudahnya, karena lidah sudah bersiap ke posisi huruf itu sejak dengungnya dimulai.
Pada huruf yang keluar dari ujung lidah seperti ta, dal, dan tha, penyamarannya terasa dekat dan tipis. Pada huruf tebal seperti shad, dhad, tha, dan zha, dengungnya ikut terdengar lebih berat. Pada qaf dan kaf yang keluar dari pangkal lidah, dengungnya terasa mundur ke belakang.
Kamu tidak perlu menghafal perbedaan ini satu per satu. Ia datang sendiri kalau kamu tidak memaksa bunyi nunnya keluar penuh, melainkan membiarkan mulut bersiap ke huruf berikutnya sambil menahan dengung. Justru memaksakan satu bunyi dengung yang seragam untuk lima belas huruf itulah yang membuat bacaan terdengar kaku.
Kesalahan umum saat membacanya
Nun dibaca jelas. Ini kekeliruan paling sering, dan biasanya terjadi karena pembaca ingin terdengar tegas. Padahal ikhfa justru menuntut sebaliknya — bunyi nunnya sengaja tidak diselesaikan.
Dengungnya dihilangkan sama sekali. Kebalikan dari yang pertama: nunnya disamarkan sampai hilang, sehingga terdengar seolah tidak ada apa-apa di antara dua huruf. Ikhfa tetap punya suara, hanya samar.
Ditahan terlalu lama. Dengung yang ditahan empat sampai lima harakat membuatnya terdengar seperti nun bertasydid. Dua harakat sudah cukup, dan takarannya harus tetap dari awal sampai akhir bacaan.
Tanwin dianggap bukan nun mati. Sebagian pembaca menerapkan ikhfa dengan rapi pada nun bersukun, lalu melewatkannya begitu saja pada tanwin. Padahal keduanya sama, dan tanwin justru lebih sering muncul.
Berhenti di tengah ikhfa. Kalau napas habis tepat di antara nun mati dan huruf ikhfanya, hukumnya gugur — yang tersisa hanya nun mati di ujung waqaf. Ambil napas sebelum kata itu, bukan di tengahnya.
Pertanyaan umum
Apa itu bacaan ikhfa?
Apa saja lima belas huruf ikhfa?
Berapa lama ikhfa ditahan?
Apa bedanya ikhfa dengan idgham bighunnah?
Apakah ikhfa berlaku juga pada tanwin?
Contoh di halaman ini menolongmu mengenali hukumnya di atas kertas. Yang tidak bisa dinilai sendiri adalah apakah bacaanmu sudah pas takarannya — panjang yang kelebihan atau kekurangan hampir selalu terdengar benar oleh pembacanya sendiri.
Kalau ingin tahu posisimu sekarang, cek tingkat bacaanmu lewat lima pertanyaan singkat. Gratis, tanpa perlu membuat akun dulu.