Tiap sesi benar-benar dijaga
Ngajiku tidak berhenti di mempertemukan kamu dengan guru. Kami ikut merawat mutu setiap pertemuan, supaya belajarmu terasa diperhatikan dan tidak bergantung pada keberuntungan dapat guru yang kebetulan rajin.

Cara kami menjaga tiap pertemuan
Dari sebelum kelas, saat kelas, sampai datanya dipakai untuk menguatkan langkahmu berikutnya.
Taklimat Pra-Kelas
Guru sudah mengenalmu sebelum kelas dimulai. Begitu kamu membayar, guru menerima profil belajarmu dan saran cara mengajar lewat email, jadi sesi pertama tidak habis untuk berkenalan.
Umpan balik dua arah
Tiap pertemuan terpantau dari dua sisi. Guru menulis catatan kemajuan, menandai kehadiran dan keterlibatan, serta menilai kemampuanmu. Kamu mengisi tingkat pemahaman, masukan, dan rating. Mutu tiap sesi jadi terjaga.
Loop yang menguatkan
Semua data dari tiap sesi mengalir ke tempat lain: penilaian mengisi peta belajar Bayyinah, dan ratingmu menentukan jenjang Darajat guru. Ketiganya saling menguatkan seiring waktu.
Tiap sesi
meninggalkan jejak
Bukan sekadar hadir lalu pulang. Setiap pertemuan menyisakan hal yang bisa kamu lihat dan rasakan kemajuannya.
- Catatan kemajuan dari guru. Ditulis tiap sesi dan langsung bisa kamu baca.
- Kehadiran dan keterlibatan. Ditandai di tiap pertemuan, jadi pola belajarmu kelihatan.
- Penilaian kemampuan. Mengisi peta belajar Bayyinah, sisi demi sisi.
- Tingkat pemahaman dan masukan. Kamu sendiri yang mengisi, didengar oleh guru.
- Rating bintang. Menjaga mutu guru dan jadi dasar jenjang Darajat.
- Notifikasi. Tiap ada catatan atau perkembangan baru, kamu dikabari.
Pengalaman yang tumbuh
seiring waktu
Ri'ayah butuh riwayat perjalanan belajar yang sudah berjalan: catatan, penilaian, dan masukan yang menumpuk dari waktu ke waktu. Itu sebabnya pengalaman ini sulit ditiru tempat lain, dan makin terasa seiring kamu belajar. Buat kamu, artinya satu hal sederhana, kamu diperhatikan dan kemajuanmu dijaga.
Belajar yang ditemani sampai tujuan
Ri'ayah menjaga tiap pertemuanmu, lalu hasilnya mengisi peta belajar Bayyinah dan menentukan jenjang Darajat guru. Inilah yang bikin belajar di Ngajiku terasa beda.