Beranda / Artikel / Contoh Mad Lazim Mutsaqqal Harfi

10 Contoh Mad Lazim Mutsaqqal Harfi dalam Al-Quran

Berbeda dari hukum mad lain yang tersebar di seluruh Al-Quran, yang satu ini hanya muncul di pembuka surah — dan jumlahnya bisa dihitung. Sepuluh, dan ini daftar lengkapnya.

Tim Ngajiku5 menit baca
Buku terbuka di atas kain linen dilihat dari atas, kacamata baca dan sajadah terlipat di tepi bingkai

Mad lazim mutsaqqal harfi adalah bacaan panjang enam harakat pada huruf pembuka surah, yang huruf mati di akhirnya dileburkan ke huruf sesudahnya. Ketiga kata dalam namanya menjelaskan satu bagian: harfi berarti terjadi pada nama huruf, lazim berarti panjangnya tetap enam harakat, dan mutsaqqal berarti berat karena ada peleburan bertasydid.

Yang membuat hukum ini istimewa: ia tidak tersebar di seluruh Al-Quran seperti mad lain. Ia hanya mungkin terjadi pada huruf muqatha'ah, yaitu huruf terpisah yang membuka sebagian surah dan dibaca menurut nama hurufnya. Karena itu jumlahnya terbatas dan bisa dihitung habis — sepuluh. Untuk gambaran menyeluruh tentang jenis-jenis mad, lihat panduan mengenal mad.

Cara mengenali mad lazim mutsaqqal harfi

Syaratnya berlapis, dan ketiganya harus terpenuhi sekaligus.

Pertama, ia harus berada di pembuka surah. Kalau bukan huruf muqatha'ah, hukum ini tidak berlaku sama sekali.

Kedua, nama hurufnya harus terdiri dari tiga huruf dengan mad di tengah. Lam dibaca laam, sin dibaca siin, mim dibaca miim — ketiganya punya mad di tengah. Sebaliknya ha pada pembuka Thaha dibaca haa yang hanya dua huruf, jadi tidak masuk hukum ini.

Ketiga, huruf mati di akhir nama itu harus melebur ke huruf sesudahnya. Pada الٓمٓ, nama huruf lam berakhir dengan mim mati, dan mim itu melebur ke mim sesudahnya. Peleburan inilah yang membuatnya mutsaqqal alias berat. Kalau huruf matinya dibaca jelas tanpa melebur, namanya berubah menjadi mukhaffaf yang berarti ringan.

Sepuluh contoh mad lazim mutsaqqal harfi dalam Al-Quran

Ini seluruh kemunculannya, bukan sebagian. Semua potongan diambil dari teks mushaf Utsmani, dan nomor surahnya dicocokkan satu per satu.

  1. الٓمٓAl-Baqarah 1Lam dibaca laaam enam harakat, lalu meleburkan mim akhirnya ke mim sesudahnya.
  2. الٓمٓAli 'Imran 1Susunan sama dengan pembuka Al-Baqarah.
  3. الٓمٓصٓAl-A'raf 1Pada lam berlaku mutsaqqal; shad sesudahnya dibaca enam harakat tersendiri.
  4. الٓمٓرAr-Ra'd 1Lam meleburkan mim akhirnya ke mim sesudahnya, enam harakat.
  5. طسٓمٓAsh-Shu'ara 1Pada sin: dibaca siiin enam harakat, nun akhirnya melebur ke mim.
  6. طسٓمٓAl-Qasas 1Susunan sama dengan pembuka Asy-Syu'ara.
  7. الٓمٓAl-'Ankabut 1Lam enam harakat dengan peleburan ke mim sesudahnya.
  8. الٓمٓAr-Rum 1Susunan sama dengan pembuka Al-Baqarah.
  9. الٓمٓLuqman 1Susunan sama dengan pembuka Al-Baqarah.
  10. الٓمٓAs-Sajdah 1Susunan sama, dan ini kemunculan terakhirnya di dalam Al-Quran.

Huruf pembuka yang justru tidak masuk hukum ini

Mengetahui yang tidak termasuk sama berharganya dengan mengetahui yang termasuk, karena di situlah kekeliruan paling sering terjadi. Tidak semua huruf pembuka surah bermad enam harakat, dan tidak semua yang bermad enam harakat itu mutsaqqal.

Ada huruf pembuka yang namanya hanya terdiri dari dua huruf, seperti ha dan tha pada pembuka surah Thaha. Nama huruf seperti ini dibaca dua harakat saja, sama seperti mad thabi'i biasa, dan sama sekali tidak masuk hukum mad lazim. Alif pada pembuka الٓمٓ bahkan tidak dipanjangkan sama sekali karena namanya tidak memuat huruf mad.

Ada pula yang bermad enam harakat tetapi tanpa peleburan. Shad pada pembuka surah Shad dan qaf pada pembuka surah Qaf dibaca penuh enam harakat, tetapi huruf mati di akhirnya diucapkan jelas karena tidak ada huruf sesudahnya yang bisa menampung peleburan. Jenis ini disebut mad lazim mukhaffaf harfi, yang berarti ringan — lawan dari mutsaqqal yang berarti berat.

Jadi urutan memeriksanya begini: pastikan dulu ia huruf pembuka surah, lalu periksa apakah namanya memuat mad di tengah, lalu terakhir periksa apakah huruf mati di akhir namanya melebur ke huruf sesudahnya. Hanya kalau ketiganya terpenuhi, ia mad lazim mutsaqqal harfi.

Kesalahan umum saat membacanya

Huruf pembuka dirangkai jadi kata. الٓمٓ dibaca alam, padahal seharusnya dieja menurut nama hurufnya: alif, laaam, miiim. Kekeliruan ini menghapus madnya sekaligus.

Panjangnya dikurangi jadi dua atau empat harakat. Mad lazim tidak memberi pilihan panjang. Enam harakat, dan angka itu tetap dalam keadaan apa pun.

Peleburannya dilewati. Mim akhir pada nama huruf lam dibaca terpisah dari mim sesudahnya, sehingga terdengar dua mim. Padahal justru peleburan itulah yang membedakan mutsaqqal dari mukhaffaf.

Semua huruf pembuka dianggap bermad enam harakat. Tidak semuanya. Pada طه misalnya, kedua hurufnya dibaca dua harakat karena namanya hanya terdiri dari dua huruf. Yang enam harakat hanya nama huruf yang bermad di tengah dan diikuti huruf mati.

Pertanyaan umum

Apa itu mad lazim mutsaqqal harfi?
Mad lazim mutsaqqal harfi adalah bacaan panjang enam harakat yang terjadi pada huruf pembuka surah, ketika nama huruf itu berakhir dengan huruf mati yang kemudian dileburkan ke huruf sesudahnya. Kata harfi berarti berkaitan dengan huruf, lazim berarti panjangnya tetap dan tidak berubah, dan mutsaqqal berarti berat karena ada peleburan bertasydid di dalamnya.
Berapa jumlah contohnya di dalam Al-Quran?
Sepuluh, dan semuanya ada di pembuka surah. Enam pada susunan alif lam mim di Al-Baqarah, Ali Imran, Al-Ankabut, Ar-Rum, Luqman, dan As-Sajdah; satu pada alif lam mim shad di Al-A'raf; satu pada alif lam mim ra di Ar-Ra'd; dan dua pada tha sin mim di Asy-Syu'ara serta Al-Qasas. Jumlahnya memang sedikit karena hukum ini hanya mungkin terjadi pada huruf muqatha'ah.
Apa bedanya mutsaqqal dengan mukhaffaf?
Keduanya sama-sama enam harakat, yang berbeda apa yang terjadi sesudahnya. Pada mutsaqqal, huruf mati di akhir nama huruf itu dileburkan ke huruf berikutnya sehingga terasa berat dan bertasydid. Pada mukhaffaf, huruf matinya dibaca jelas tanpa peleburan sehingga terasa ringan. Contoh mukhaffaf yang paling dikenal adalah shad pada pembuka surah Shad.
Kenapa panjangnya harus enam harakat?
Karena sebabnya tetap dan tidak bergantung pada cara membaca. Sesudah huruf mad terdapat huruf mati, dan pertemuan itu mengharuskan panjang paling penuh. Berbeda dengan mad jaiz yang panjangnya boleh dipilih, mad lazim tidak memberi pilihan — karena itu disebut lazim yang berarti tetap.
Apakah huruf pembuka surah dibaca seperti kata biasa?
Tidak. Huruf muqatha'ah dibaca menurut nama hurufnya, bukan dirangkai menjadi kata. Alif lam mim dibaca alif, laaam, miiim, bukan alam. Inilah yang membuat hukum madnya berbeda dari mad pada kata biasa, dan kenapa jenis mad ini hanya ditemukan di pembuka surah.

Contoh di halaman ini menolongmu mengenali hukumnya di atas kertas. Yang tidak bisa dinilai sendiri adalah apakah bacaanmu sudah pas takarannya — panjang yang kelebihan atau kekurangan hampir selalu terdengar benar oleh pembacanya sendiri.

Kalau ingin tahu posisimu sekarang, cek tingkat bacaanmu lewat lima pertanyaan singkat. Gratis, tanpa perlu membuat akun dulu.

Chat kami