
Mad iwad adalah bacaan panjang dua harakat yang muncul ketika bacaan dihentikan pada kata berakhiran tanwin fathah. Saat berhenti, bunyi tanwinnya gugur dan berganti menjadi alif yang dibaca panjang. Kata iwad berarti ganti, dan alif itulah gantinya.
Ada satu hal yang membuatnya berbeda dari seluruh mad lain, dan sebaiknya diketahui sejak kalimat pertama: hukum ini datang dan pergi tergantung kamu berhenti atau tidak. Untuk gambaran menyeluruh jenis-jenis mad, lihat panduan mengenal mad, bacaan panjang untuk pemula.
Mad yang lahir karena berhenti
Hampir semua mad melekat pada katanya. Huruf madnya ada di situ, tertulis, dan dibaca panjang setiap kali kata itu muncul — diteruskan maupun dihentikan.
Mad iwad tidak begitu. Kalau bacaan diteruskan, tanwin fathahnya dibaca utuh dan tidak ada mad sama sekali. Kalau bacaan dihentikan, barulah tanwin itu gugur dan alifnya muncul menggantikannya.
Jadi satu kata yang sama bisa punya mad iwad hari ini dan tidak punya apa-apa besok, tergantung di mana napasmu habis. Bukan katanya yang berubah, melainkan keadaannya.
Kenapa semua contoh di halaman ini dari ujung ayat
Tanwin fathah muncul di hampir dua ribu ayat. Tetapi yang berada di tengah ayat hukumnya bersyarat — benar hanya kalau pembacanya kebetulan berhenti di situ.
Ujung ayat berbeda. Ia titik berhenti yang pasti, dan di situ mad iwad selalu berlaku tanpa kalau. Karena itu dua puluh contoh di bawah semuanya diambil dari kata terakhir sebuah ayat: supaya bisa dipakai berlatih tanpa keraguan, bukan supaya daftarnya terlihat rapi.
20 contoh mad iwad dalam Al-Quran
Semua potongan di bawah diambil dari teks mushaf Utsmani, dan nama surah serta nomor ayatnya dicocokkan satu per satu. Semuanya kata terakhir dari ayatnya.
- رَقِيبًاAn-Nisa 1Tanwin fathah di ujung ayat. Ketika bacaan dihentikan di sini, tanwinnya gugur dan berganti alif yang dibaca panjang dua harakat.
- كَبِيرًاAn-Nisa 2Tanwin fathah di ujung ayat. Ketika bacaan dihentikan di sini, tanwinnya gugur dan berganti alif yang dibaca panjang dua harakat.
- وَكِيلًاAl-Isra 2Tanwin fathah di ujung ayat. Ketika bacaan dihentikan di sini, tanwinnya gugur dan berganti alif yang dibaca panjang dua harakat.
- شَكُورًاAl-Isra 3Tanwin fathah di ujung ayat. Ketika bacaan dihentikan di sini, tanwinnya gugur dan berganti alif yang dibaca panjang dua harakat.
- حَسَنًاAl-Kahf 2Tanwin fathah di ujung ayat. Ketika bacaan dihentikan di sini, tanwinnya gugur dan berganti alif yang dibaca panjang dua harakat.
- أَبَدًاAl-Kahf 3Tanwin fathah di ujung ayat. Ketika bacaan dihentikan di sini, tanwinnya gugur dan berganti alif yang dibaca panjang dua harakat.
- خَفِيًّاMaryam 3Tanwin fathah di ujung ayat. Ketika bacaan dihentikan di sini, tanwinnya gugur dan berganti alif yang dibaca panjang dua harakat.
- شَقِيًّاMaryam 4Tanwin fathah di ujung ayat. Ketika bacaan dihentikan di sini, tanwinnya gugur dan berganti alif yang dibaca panjang dua harakat.
- كَثِيرًاTaha 33Tanwin fathah di ujung ayat. Ketika bacaan dihentikan di sini, tanwinnya gugur dan berganti alif yang dibaca panjang dua harakat.
- بَصِيرًاTaha 35Tanwin fathah di ujung ayat. Ketika bacaan dihentikan di sini, tanwinnya gugur dan berganti alif yang dibaca panjang dua harakat.
- نَذِيرًاAl-Furqan 1Tanwin fathah di ujung ayat. Ketika bacaan dihentikan di sini, tanwinnya gugur dan berganti alif yang dibaca panjang dua harakat.
- تَقْدِيرًاAl-Furqan 2Tanwin fathah di ujung ayat. Ketika bacaan dihentikan di sini, tanwinnya gugur dan berganti alif yang dibaca panjang dua harakat.
- حَكِيمًاAl-Ahzab 1Tanwin fathah di ujung ayat. Ketika bacaan dihentikan di sini, tanwinnya gugur dan berganti alif yang dibaca panjang dua harakat.
- خَبِيرًاAl-Ahzab 2Tanwin fathah di ujung ayat. Ketika bacaan dihentikan di sini, tanwinnya gugur dan berganti alif yang dibaca panjang dua harakat.
- خَسَارًاFatir 39Tanwin fathah di ujung ayat. Ketika bacaan dihentikan di sini, tanwinnya gugur dan berganti alif yang dibaca panjang dua harakat.
- غُرُورًاFatir 40Tanwin fathah di ujung ayat. Ketika bacaan dihentikan di sini, tanwinnya gugur dan berganti alif yang dibaca panjang dua harakat.
- صَفًّاAs-Saffat 1Tanwin fathah di ujung ayat. Ketika bacaan dihentikan di sini, tanwinnya gugur dan berganti alif yang dibaca panjang dua harakat.
- زَجْرًاAs-Saffat 2Tanwin fathah di ujung ayat. Ketika bacaan dihentikan di sini, tanwinnya gugur dan berganti alif yang dibaca panjang dua harakat.
- مُّبِينًاAl-Fath 1Tanwin fathah di ujung ayat. Ketika bacaan dihentikan di sini, tanwinnya gugur dan berganti alif yang dibaca panjang dua harakat.
- مُّسْتَقِيمًاAl-Fath 2Tanwin fathah di ujung ayat. Ketika bacaan dihentikan di sini, tanwinnya gugur dan berganti alif yang dibaca panjang dua harakat.
Pengecualian yang paling sering dilanggar
Tanwin fathah di atas ta marbutah bukan mad iwad. Ini pengecualian tunggal, dan justru karena tunggal ia sering terlewat.
Ta marbutah adalah huruf ta yang ditulis membulat di ujung kata. Ketika bacaan dihentikan padanya, ia tidak berbunyi t melainkan berubah menjadi ha bersukun. Kata tsalaatsatan dibaca tsalaatsah, waahidatan dibaca waahidah — berhenti begitu saja, tanpa dipanjangkan sedikit pun.
Kekeliruannya mudah dimengerti: bentuk tulisannya mirip, sama-sama tanwin fathah di ujung kata. Yang membedakan huruf di bawahnya. Kalau huruf terakhirnya ta marbutah, tidak ada mad; kalau huruf biasa yang disusul alif, barulah mad iwad.
Bedanya dengan mad thabi'i
Panjangnya sama persis — dua harakat — sehingga banyak yang menganggapnya satu hal. Yang berbeda syaratnya.
Mad thabi'i berlaku terus-menerus. Huruf madnya memang ada di kata itu, jadi dibaca panjang dalam keadaan apa pun.
Mad iwad hanya muncul saat berhenti, karena alifnya baru lahir sebagai pengganti tanwin yang gugur.
Kalau takaran dua harakatmu belum seragam, latih dulu di kumpulan contoh mad thabi'i — bentuknya lebih sederhana dan tidak bersyarat, jadi lebih mudah dijadikan patokan sebelum kembali ke sini.
Sepupu dekatnya mad arid lissukun, yang juga lahir dari berhenti. Bedanya huruf terakhir: kalau berakhir tanwin fathah yang terjadi mad iwad, kalau berakhir harakat biasa yang terjadi mad arid lissukun. Membaca keduanya berurutan membuat batas itu jauh lebih mudah dipegang.
Kesalahan umum saat membacanya
Tanwinnya tetap dibunyikan saat berhenti. Berhenti sambil mengucapkan an membuat bunyi yang tidak ada dalam bacaan waqaf. Yang benar bunyi n-nya gugur, tersisa aa panjang.
Dipanjangkan lebih dari dua harakat. Karena letaknya di ujung ayat dan sering bersamaan dengan tarikan napas, panjangnya mudah melar mengikuti napas yang tersisa. Takarannya tetap dua harakat.
Diterapkan pada ta marbutah. Sudah dibahas di atas, dan memang yang paling sering.
Dibaca panjang padahal bacaan diteruskan. Kebalikan dari yang pertama. Kalau kamu menyambung ke ayat berikutnya tanpa berhenti, tanwinnya dibaca utuh — memanjangkannya justru menambah yang tidak ada.
Pertanyaan umum
Apa itu mad iwad?
Apakah mad iwad berlaku kalau bacaan diteruskan?
Kenapa contohnya diambil dari ujung ayat?
Apakah semua tanwin fathah menjadi mad iwad?
Apa bedanya mad iwad dengan mad thabi'i?
Contoh di halaman ini menolongmu mengenali hukumnya di atas kertas. Yang tidak bisa dinilai sendiri adalah apakah bacaanmu sudah pas takarannya — panjang yang kelebihan atau kekurangan hampir selalu terdengar benar oleh pembacanya sendiri.
Kalau ingin tahu posisimu sekarang, cek tingkat bacaanmu lewat lima pertanyaan singkat. Gratis, tanpa perlu membuat akun dulu.