Beranda / Artikel / Contoh Mad Arid Lissukun

20 Contoh Mad Arid Lissukun dalam Al-Quran

Kamu membacanya di setiap ujung ayat Al-Fatihah tanpa menamainya. Ini dua puluh contohnya, semuanya di ujung ayat supaya berlaku tanpa syarat.

Tim Ngajiku7 menit baca
Pita pembatas krem dan tiga batang kuningan berbeda panjang di samping buku bersampul hijau

Mad arid lissukun adalah bacaan panjang yang muncul ketika huruf mad disusul satu huruf yang menjadi mati karena bacaan dihentikan. Namanya menjelaskan seluruh isinya: arid berarti mendatang, lissukun berarti sebab sukun. Sukun itu tidak asli — ia datang hanya karena kamu berhenti di situ.

Ini kemungkinan besar mad yang paling sering kamu baca, karena hampir setiap ayat berakhir dengan bentuk ini. Al-Fatihah saja: ar-rahiim, al-'aalamiin, ad-diin, nasta'iin, al-mustaqiim. Untuk gambaran menyeluruh jenis-jenis mad, lihat panduan mengenal mad, bacaan panjang untuk pemula.

Sukun yang datang lalu pergi

Ambil kata ar-rahiim di ujung ayat pertama Al-Fatihah. Huruf terakhirnya mim, dan mim itu berharakat kasrah.

Kalau kamu menyambung ke ayat berikutnya, mim itu tetap berharakat dan tidak terjadi apa-apa — ya sebelumnya cuma mad thabi'i dua harakat. Tetapi kalau kamu berhenti, kasrahnya gugur dan mim menjadi mati. Huruf mad yang bertemu huruf mati itulah yang membuat panjangnya boleh ditambah.

Jadi sukunnya benar-benar mendatang: ada saat kamu berhenti, hilang saat kamu terus. Satu kata yang sama, dua hukum, tergantung napasmu.

Dua, empat, atau enam harakat

Ketiganya sah, dan tidak ada yang lebih benar dari yang lain. Yang keliru cuma satu: berganti-ganti di tengah bacaan.

Kalau kamu memilih empat harakat, seluruh ujung ayat dibaca empat harakat sampai selesai. Membaca satu ayat dengan dua harakat lalu ayat berikutnya enam harakat terdengar goyah, dan itu yang biasanya ditegur guru — bukan angka yang kamu pilih.

Bagi pemula, dua harakat paling aman. Ia sama dengan takaran mad thabi'i yang sudah kamu latih, jadi tidak menambah beban baru saat napas justru sedang menipis di ujung ayat.

20 contoh mad arid lissukun dalam Al-Quran

Semua potongan di bawah diambil dari teks mushaf Utsmani, dan nama surah serta nomor ayatnya dicocokkan satu per satu. Semuanya kata terakhir dari ayatnya, jadi berhenti di situ memang wajar.

  1. ٱلرَّحِيمِAl-Fatihah 1Huruf mad ya disusul satu huruf di ujung ayat. Ketika bacaan dihentikan, huruf itu jadi mati dan madnya boleh ditahan dua, empat, atau enam harakat — satu takaran yang sama dipakai sampai selesai.
  2. ٱلْعَـٰلَمِينَAl-Fatihah 2Huruf mad ya disusul satu huruf di ujung ayat. Ketika bacaan dihentikan, huruf itu jadi mati dan madnya boleh ditahan dua, empat, atau enam harakat — satu takaran yang sama dipakai sampai selesai.
  3. لِّلْمُتَّقِينَAl-Baqarah 2Huruf mad ya disusul satu huruf di ujung ayat. Ketika bacaan dihentikan, huruf itu jadi mati dan madnya boleh ditahan dua, empat, atau enam harakat — satu takaran yang sama dipakai sampai selesai.
  4. يُنفِقُونَAl-Baqarah 3Huruf mad wau disusul satu huruf di ujung ayat. Ketika bacaan dihentikan, huruf itu jadi mati dan madnya boleh ditahan dua, empat, atau enam harakat — satu takaran yang sama dipakai sampai selesai.
  5. ٱلْقَيُّومُAli 'Imran 2Huruf mad wau disusul satu huruf di ujung ayat. Ketika bacaan dihentikan, huruf itu jadi mati dan madnya boleh ditahan dua, empat, atau enam harakat — satu takaran yang sama dipakai sampai selesai.
  6. وَٱلْإِنجِيلَAli 'Imran 3Huruf mad ya disusul satu huruf di ujung ayat. Ketika bacaan dihentikan, huruf itu jadi mati dan madnya boleh ditahan dua, empat, atau enam harakat — satu takaran yang sama dipakai sampai selesai.
  7. ٱلْعَظِيمُAn-Nisa 13Huruf mad ya disusul satu huruf di ujung ayat. Ketika bacaan dihentikan, huruf itu jadi mati dan madnya boleh ditahan dua, empat, atau enam harakat — satu takaran yang sama dipakai sampai selesai.
  8. ٱلسَّبِيلَAn-Nisa 44Huruf mad ya disusul satu huruf di ujung ayat. Ketika bacaan dihentikan, huruf itu jadi mati dan madnya boleh ditahan dua, empat, atau enam harakat — satu takaran yang sama dipakai sampai selesai.
  9. يُرِيدُAl-Ma'idah 1Huruf mad ya disusul satu huruf di ujung ayat. Ketika bacaan dihentikan, huruf itu jadi mati dan madnya boleh ditahan dua, empat, atau enam harakat — satu takaran yang sama dipakai sampai selesai.
  10. ٱلْعِقَابِAl-Ma'idah 2Huruf mad alif disusul satu huruf di ujung ayat. Ketika bacaan dihentikan, huruf itu jadi mati dan madnya boleh ditahan dua, empat, atau enam harakat — satu takaran yang sama dipakai sampai selesai.
  11. يَعْدِلُونَAl-An'am 1Huruf mad wau disusul satu huruf di ujung ayat. Ketika bacaan dihentikan, huruf itu jadi mati dan madnya boleh ditahan dua, empat, atau enam harakat — satu takaran yang sama dipakai sampai selesai.
  12. تَمْتَرُونَAl-An'am 2Huruf mad wau disusul satu huruf di ujung ayat. Ketika bacaan dihentikan, huruf itu jadi mati dan madnya boleh ditahan dua, empat, atau enam harakat — satu takaran yang sama dipakai sampai selesai.
  13. لِلْمُؤْمِنِينَAl-A'raf 2Huruf mad ya disusul satu huruf di ujung ayat. Ketika bacaan dihentikan, huruf itu jadi mati dan madnya boleh ditahan dua, empat, atau enam harakat — satu takaran yang sama dipakai sampai selesai.
  14. تَذَكَّرُونَAl-A'raf 3Huruf mad wau disusul satu huruf di ujung ayat. Ketika bacaan dihentikan, huruf itu jadi mati dan madnya boleh ditahan dua, empat, atau enam harakat — satu takaran yang sama dipakai sampai selesai.
  15. مُّؤْمِنِينَAl-Anfal 1Huruf mad ya disusul satu huruf di ujung ayat. Ketika bacaan dihentikan, huruf itu jadi mati dan madnya boleh ditahan dua, empat, atau enam harakat — satu takaran yang sama dipakai sampai selesai.
  16. يَتَوَكَّلُونَAl-Anfal 2Huruf mad wau disusul satu huruf di ujung ayat. Ketika bacaan dihentikan, huruf itu jadi mati dan madnya boleh ditahan dua, empat, atau enam harakat — satu takaran yang sama dipakai sampai selesai.
  17. ٱلْمُشْرِكِينَAt-Tawbah 1Huruf mad ya disusul satu huruf di ujung ayat. Ketika bacaan dihentikan, huruf itu jadi mati dan madnya boleh ditahan dua, empat, atau enam harakat — satu takaran yang sama dipakai sampai selesai.
  18. ٱلْكَـٰفِرِينَAt-Tawbah 2Huruf mad ya disusul satu huruf di ujung ayat. Ketika bacaan dihentikan, huruf itu jadi mati dan madnya boleh ditahan dua, empat, atau enam harakat — satu takaran yang sama dipakai sampai selesai.
  19. ٱلْحَكِيمِYunus 1Huruf mad ya disusul satu huruf di ujung ayat. Ketika bacaan dihentikan, huruf itu jadi mati dan madnya boleh ditahan dua, empat, atau enam harakat — satu takaran yang sama dipakai sampai selesai.
  20. يَكْفُرُونَYunus 4Huruf mad wau disusul satu huruf di ujung ayat. Ketika bacaan dihentikan, huruf itu jadi mati dan madnya boleh ditahan dua, empat, atau enam harakat — satu takaran yang sama dipakai sampai selesai.

Memisahkannya dari mad lin

Ini pasangan yang paling sering tertukar, dan kabar baiknya: mushaf menulis keduanya berbeda, dan perbedaannya konsisten.

Pada mad arid lissukun, huruf madnya ditulis polos — alif setelah fathah, wau setelah dhammah, ya setelah kasrah, tanpa tanda apa pun di atasnya.

Pada mad lin, yang ada adalah wau atau ya setelah fathah, dan wau atau ya itu justru memakai sukun yang tertulis jelas.

Jadi tanda sukun yang tercetak di atas wau atau ya adalah penanda bahwa itu bukan huruf mad. Sekali kamu tahu ini, memisahkan keduanya tidak lagi butuh hafalan — cukup melihat ada tidaknya sukun.

Hubungannya dengan mad iwad

Keduanya sepupu dekat: sama-sama hukum yang lahir dari berhenti, sama-sama hilang kalau bacaan diteruskan. Yang membedakan huruf terakhirnya.

Kalau kata itu berakhir tanwin fathah, yang terjadi mad iwad — tanwinnya gugur dan berganti alif dua harakat.

Kalau berakhir harakat biasa, yang terjadi mad arid lissukun — harakatnya gugur, hurufnya jadi mati, dan mad sebelumnya boleh ditahan lebih panjang.

Satu catatan untuk yang teliti: kata berakhiran tanwin dhammah atau tanwin kasrah juga menghasilkan mad arid lissukun ketika dihentikan, karena tanwinnya gugur dan hurufnya jadi mati tanpa berganti alif. Contoh di halaman ini sengaja dibatasi pada harakat biasa supaya batas antara dua hukum tadi tetap tegas saat dipelajari.

Kesalahan umum saat membacanya

Panjangnya berubah-ubah antar ayat. Yang paling sering, dan biasanya bukan karena tidak tahu melainkan karena napas. Ayat yang panjang membuat sisa napas menipis, lalu mad di ujungnya ikut memendek. Ambil napas lebih awal, bukan mempercepat ujungnya.

Harakat terakhirnya masih dibunyikan saat berhenti. Berhenti sambil mengucapkan -mi pada ar-rahiim membuat waqafnya tidak selesai. Huruf terakhir harus benar-benar dimatikan.

Dipanjangkan padahal bacaan diteruskan. Kalau kamu menyambung tanpa berhenti, madnya kembali dua harakat. Menahannya empat atau enam harakat di tengah sambungan menambah panjang yang tidak ada dasarnya.

Tertukar dengan mad lin. Sudah dibahas di atas; penanda sukun yang tertulis itu pembedanya.

Pertanyaan umum

Apa itu mad arid lissukun?
Mad arid lissukun adalah bacaan panjang yang muncul ketika huruf mad disusul satu huruf yang menjadi mati karena bacaan dihentikan. Kata arid berarti mendatang atau sementara, dan lissukun berarti sebab sukun. Namanya menjelaskan seluruh isinya: sukun itu tidak asli, ia datang hanya karena kamu berhenti di situ.
Berapa panjang mad arid lissukun dibaca?
Boleh dua, empat, atau enam harakat, dan ketiganya sah. Yang tidak boleh adalah berganti-ganti di tengah bacaan. Pilih satu takaran lalu pakai takaran itu sampai selesai, karena yang dinilai keliru bukan panjangnya melainkan ketidakseragamannya.
Apa bedanya dengan mad thabi'i?
Mad thabi'i berdiri sendiri: huruf madnya tidak disusul apa-apa yang mengubah panjangnya, dan dibaca dua harakat dalam keadaan apa pun. Mad arid lissukun adalah mad thabi'i yang kebetulan disusul satu huruf, lalu huruf itu menjadi mati karena bacaan berhenti. Kalau bacaan diteruskan, ia kembali menjadi mad thabi'i biasa.
Apa bedanya dengan mad lin?
Pada mad arid lissukun, huruf madnya alif setelah fathah, wau setelah dhammah, atau ya setelah kasrah. Pada mad lin, yang ada adalah wau atau ya bersukun setelah fathah. Di mushaf keduanya ditulis berbeda dan perbedaannya konsisten: huruf mad ditulis polos tanpa tanda, sedangkan wau dan ya lin justru memakai sukun yang tertulis jelas.
Apakah mad arid lissukun berlaku kalau bacaan diteruskan?
Tidak. Sama seperti mad iwad, hukum ini lahir dari berhenti. Kalau bacaan disambung ke kata berikutnya, huruf terakhirnya tetap berharakat sehingga tidak ada sukun yang mendatang, dan madnya kembali dibaca dua harakat sebagai mad thabi'i biasa.

Contoh di halaman ini menolongmu mengenali hukumnya di atas kertas. Yang tidak bisa dinilai sendiri adalah apakah bacaanmu sudah pas takarannya — panjang yang kelebihan atau kekurangan hampir selalu terdengar benar oleh pembacanya sendiri.

Kalau ingin tahu posisimu sekarang, cek tingkat bacaanmu lewat lima pertanyaan singkat. Gratis, tanpa perlu membuat akun dulu.

Chat kami