Beranda / Artikel / Contoh Idgham Mutajanisain

18 Contoh Idgham Mutajanisain dalam Al-Quran

Delapan belas, bukan dua puluh — kami hitung dari mushaf, dan memang sebanyak itu yang ada. Lengkap dengan surah dan nomor ayat.

Tim Ngajiku7 menit baca
Lilin lebah dengan dua aliran leleh berbeda warna yang bertemu menjadi satu genangan di piring timah

Idgham mutajanisain adalah meleburkan dua huruf yang keluar dari tempat yang sama tetapi berbeda sifatnya, ketika huruf pertama bersukun dan huruf kedua berharakat. Mutajanisain berarti dua yang sejenis — sejenis dalam hal tempat keluarnya, bukan dalam hal bunyinya.

Ini salah satu hukum yang paling jarang ditemui, dan halaman ini memuat seluruhnya. Untuk gambaran menyeluruh hukum-hukum dasarnya, lihat panduan hukum tajwid dasar.

Kenapa dua huruf berbeda bisa lebur

Setiap huruf hijaiyah punya makhraj, tempat ia keluar di mulut. Ada huruf-huruf yang berbagi tempat yang sama persis dan cuma dibedakan oleh sifatnya — tebal atau tipis, bersuara atau berdesis.

Ketika huruf semacam itu bertemu dalam keadaan yang pertama mati, lidah sudah berada di posisi yang benar untuk huruf kedua. Menahan huruf pertama lalu memindahkannya jadi pekerjaan yang tidak perlu, dan bahasa Arab memilih jalan yang lebih ringan: lebur saja.

Jadi peleburan di sini bukan aturan yang ditambahkan, melainkan akibat wajar dari dua huruf yang menempati tempat yang sama.

Tiga kelompok, lima pasangan yang benar-benar muncul

Secara teori ada tiga kelompok makhraj yang memungkinkan peleburan ini: ta, dal, tha di ujung lidah dengan gusi atas; tsa, dzal, zha di ujung lidah dengan gigi atas; dan ba dengan mim di dua bibir.

Yang benar-benar muncul sebagai pertemuan antar-kata di dalam mushaf ada lima pasangan, dan sebarannya sangat timpang:

Dal bertemu ta 7 kali · ta bertemu tha 6 · ta bertemu dal 2 · dzal bertemu zha 2 · ba bertemu mim 1.

Ba bertemu mim cuma sekali di seluruh Al-Quran. Kalau kamu pernah membacanya tanpa sadar sedang menerapkan hukum langka, memang begitu — kesempatannya cuma ada satu.

18 contoh idgham mutajanisain dalam Al-Quran

Semua potongan di bawah diambil dari teks mushaf Utsmani, dan nama surah serta nomor ayatnya dicocokkan satu per satu. Tidak ada kata yang berulang — kedelapan belasnya berbeda semua.

  1. قَد تَّبَيَّنَAl-Baqarah 256Dal mati bertemu ta. Keduanya keluar dari tempat yang sama, jadi dal-nya lebur habis dan ta-nya dibaca bertasydid.
  2. وَدَّت طَّآئِفَةٌAli 'Imran 69Ta mati bertemu tha. Keduanya keluar dari tempat yang sama, jadi ta-nya lebur habis dan tha-nya dibaca bertasydid.
  3. وَقَالَت طَّآئِفَةٌAli 'Imran 72Ta mati bertemu tha. Keduanya keluar dari tempat yang sama, jadi ta-nya lebur habis dan tha-nya dibaca bertasydid.
  4. إِذ ظَّلَمُوٓا۟An-Nisa 64Dzal mati bertemu zha. Keduanya keluar dari tempat yang sama, jadi dzal-nya lebur habis dan zha-nya dibaca bertasydid.
  5. لَهَمَّت طَّآئِفَةٌAn-Nisa 113Ta mati bertemu tha. Keduanya keluar dari tempat yang sama, jadi ta-nya lebur habis dan tha-nya dibaca bertasydid.
  6. لَقَد تَّقَطَّعَAl-An'am 94Dal mati bertemu ta. Keduanya keluar dari tempat yang sama, jadi dal-nya lebur habis dan ta-nya dibaca bertasydid.
  7. أَثْقَلَت دَّعَوَاAl-A'raf 189Ta mati bertemu dal. Keduanya keluar dari tempat yang sama, jadi ta-nya lebur habis dan dal-nya dibaca bertasydid.
  8. لَّقَد تَّابَAt-Tawbah 117Dal mati bertemu ta. Keduanya keluar dari tempat yang sama, jadi dal-nya lebur habis dan ta-nya dibaca bertasydid.
  9. أُجِيبَت دَّعْوَتُكُمَاYunus 89Ta mati bertemu dal. Keduanya keluar dari tempat yang sama, jadi ta-nya lebur habis dan dal-nya dibaca bertasydid.
  10. ٱرْكَب مَّعَنَاHud 42Ba mati bertemu mim. Keduanya keluar dari tempat yang sama, jadi ba-nya lebur habis dan mim-nya dibaca bertasydid.
  11. وَلَقَد تَّرَكْنَاAl-'Ankabut 35Dal mati bertemu ta. Keduanya keluar dari tempat yang sama, jadi dal-nya lebur habis dan ta-nya dibaca bertasydid.
  12. وَقَد تَّبَيَّنَAl-'Ankabut 38Dal mati bertemu ta. Keduanya keluar dari tempat yang sama, jadi dal-nya lebur habis dan ta-nya dibaca bertasydid.
  13. قَالَت طَّآئِفَةٌAl-Ahzab 13Ta mati bertemu tha. Keduanya keluar dari tempat yang sama, jadi ta-nya lebur habis dan tha-nya dibaca bertasydid.
  14. إِذ ظَّلَمْتُمْAz-Zukhruf 39Dzal mati bertemu zha. Keduanya keluar dari tempat yang sama, jadi dzal-nya lebur habis dan zha-nya dibaca bertasydid.
  15. وَلَقَد تَّرَكْنَـٰهَآAl-Qamar 15Dal mati bertemu ta. Keduanya keluar dari tempat yang sama, jadi dal-nya lebur habis dan ta-nya dibaca bertasydid.
  16. وَقَد تَّعْلَمُونَAs-Saf 5Dal mati bertemu ta. Keduanya keluar dari tempat yang sama, jadi dal-nya lebur habis dan ta-nya dibaca bertasydid.
  17. فَـَٔامَنَت طَّآئِفَةٌAs-Saf 14Ta mati bertemu tha. Keduanya keluar dari tempat yang sama, jadi ta-nya lebur habis dan tha-nya dibaca bertasydid.
  18. هَمَّت طَّآئِفَتَانِAli 'Imran 122Ta mati bertemu tha. Keduanya keluar dari tempat yang sama, jadi ta-nya lebur habis dan tha-nya dibaca bertasydid.

Kenapa delapan belas, bukan dua puluh

Kumpulan contoh di situs ini biasanya berisi dua puluh. Yang ini delapan belas, dan itu disengaja.

Angka di judul mengikuti jumlah contoh yang benar-benar ditemukan, bukan sebaliknya. Hukum ini memang langka; memaksanya menjadi dua puluh berarti mengarang dua contoh, dan itu persis hal yang tidak boleh terjadi di halaman yang mengajarkan Al-Quran.

Kami memilih menuliskan angka yang benar dan menjelaskan kenapa, daripada menuliskan angka yang bulat dan berharap tidak ada yang menghitung ulang.

Tanda yang dipakai mushaf

Sama seperti idgham bilaghunnah: huruf yang dilebur ditulis polos tanpa sukun, dan huruf sesudahnya justru memakai tasydid.

Tasydid itulah tanda bahwa ada huruf yang baru saja masuk ke dalamnya. Jadi kamu bisa mengenali peleburan ini dengan mata — huruf telanjang di ujung kata, tasydid di awal kata berikutnya — tanpa menghafal satu pun pasangan makhraj.

Kesalahan umum saat membacanya

Huruf pertama masih terdengar. Peleburan yang setengah jalan menyisakan bunyi yang bukan idgham dan bukan izhar. Kalau huruf pertamanya masih terdengar, ia belum lebur.

Tasydidnya dilewatkan. Huruf kedua menampung dua huruf sekaligus, jadi ia harus dibaca bertasydid. Membacanya ringan membuat huruf pertama seolah tidak pernah ada.

Berhenti di antara keduanya. Kalau napas habis tepat sesudah huruf pertama, hukumnya gugur. Ambil napas sebelum pasangan kata itu.

Tertukar dengan idgham mutamatsilain. Yang itu kedua hurufnya sama persis; yang ini berbeda tetapi semakhraj. Bacaannya sama-sama dilebur, jadi kekeliruan menamainya tidak berakibat pada bunyi — tetapi berakibat saat kamu mempelajari sisanya.

Pertanyaan umum

Apa itu idgham mutajanisain?
Idgham mutajanisain adalah meleburkan dua huruf yang keluar dari tempat yang sama tetapi berbeda sifatnya, ketika huruf pertama bersukun dan huruf kedua berharakat. Mutajanisain berarti dua yang sejenis, merujuk pada kesamaan makhraj atau tempat keluarnya.
Apa saja pasangan hurufnya?
Tiga kelompok makhraj. Kelompok ujung lidah dengan gusi atas: ta, dal, dan tha. Kelompok ujung lidah dengan gigi atas: tsa, dzal, dan zha. Dan kelompok dua bibir: ba dengan mim. Peleburan terjadi bila huruf pertama dari satu kelompok bersukun lalu bertemu huruf lain dari kelompok yang sama.
Kenapa contohnya cuma delapan belas?
Karena memang sebanyak itu yang ada. Kami menghitungnya dari teks mushaf, dan pertemuan antar-kata yang memenuhi syaratnya berjumlah delapan belas, tersebar di lima pasangan huruf. Angka di judul mengikuti jumlah yang benar-benar ditemukan, bukan sebaliknya.
Apa bedanya dengan idgham mutamatsilain?
Pada mutamatsilain, kedua hurufnya sama persis, misalnya dal bertemu dal. Pada mutajanisain, kedua hurufnya berbeda tetapi keluar dari tempat yang sama, misalnya dal bertemu ta. Keduanya sama-sama dilebur, yang berbeda hubungan antara kedua hurufnya.
Bagaimana mengenalinya di mushaf?
Huruf pertama ditulis polos tanpa sukun, dan huruf kedua di awal kata berikutnya justru memakai tasydid. Cara penandaan yang sama dipakai mushaf untuk idgham bilaghunnah, jadi tasydid yang muncul tepat sesudah huruf telanjang hampir selalu berarti ada peleburan.

Contoh di halaman ini menolongmu mengenali hukumnya di atas kertas. Yang tidak bisa dinilai sendiri adalah apakah bacaanmu sudah pas takarannya — panjang yang kelebihan atau kekurangan hampir selalu terdengar benar oleh pembacanya sendiri.

Kalau ingin tahu posisimu sekarang, cek tingkat bacaanmu lewat lima pertanyaan singkat. Gratis, tanpa perlu membuat akun dulu.

Chat kami