Beranda / Artikel / Tempat Ngaji Terdekat

Cara Memilih Tempat Ngaji Terdekat: 7 Hal yang Perlu Dicek Sebelum Mendaftar

Mencari tempat ngaji terdekat itu wajar. Bertemu guru secara langsung terasa lebih tenang, apalagi untuk anak atau untuk orang dewasa yang baru mulai. Tapi tempat yang paling dekat belum tentu paling cocok.

Tim Ngajiku5 menit baca
Belajar mengaji tatap muka, satu guru menyimak bacaan satu murid

Jawaban singkatnya: pilih tempat mengaji yang gurunya bacaannya benar, mengoreksi bacaanmu satu per satu, dan jadwalnya bisa kamu jalani rutin. Sebelum mendaftar, cek tujuh hal ini:

  • Tujuan belajarmu: Iqra, Tahsin, atau Tahfidz
  • Bacaan gurunya sendiri
  • Cara guru mengoreksi bacaan
  • Jumlah murid per guru
  • Jadwal dan waktu tempuh
  • Kenyamanan, sesuai usia murid
  • Catatan perkembangan belajar

1. Tentukan dulu tujuan belajarnya

Tempat yang bagus untuk satu tujuan belum tentu bagus untuk tujuan lain. Murid yang belum kenal huruf mulai dari Iqra. Murid yang sudah bisa membaca tapi ingin bacaannya benar belajar Tahsin. Murid yang ingin menghafal belajar Tahfidz. Kalau belum yakin, baca dulu beda Iqra, Tahsin, dan Tahfidz. Dengan tujuan yang jelas, kamu bisa langsung bertanya: "Di sini ada kelas untuk itu?"

2. Dengarkan bacaan gurunya

Ini ukuran paling penting dan paling sering dilewatkan. Minta guru membacakan satu atau dua ayat. Dengarkan apakah panjang pendeknya jelas, dengungnya tepat, dan hurufnya keluar dari tempat yang benar. Guru yang baik tidak keberatan diminta membaca.

3. Tanyakan cara guru mengoreksi bacaan

Belajar mengaji yang baik terjadi lewat talaqqi: guru mencontohkan, murid menirukan, lalu guru menyimak dan membetulkan yang keliru saat itu juga. Tanyakan, "Kalau bacaan saya salah, bagaimana Ustadz atau Ustadzah membetulkannya?" Jawaban yang baik menyebut koreksi langsung, bukan sekadar "nanti dibaca bersama". Penjelasan lengkapnya ada di apa itu talaqqi.

4. Satu guru mengajar berapa murid?

Di kelas besar, setiap murid hanya kebagian membaca beberapa menit. Itu cukup untuk membangun kebiasaan, tapi lambat untuk memperbaiki bacaan. Kalau tujuannya cepat lancar atau memperbaiki tajwid, kelas privat satu guru satu murid biasanya lebih cepat terasa hasilnya. Perbedaan TPQ dan les privat dibahas di apa itu TPQ online.

5. Hitung jadwal dan waktu tempuh dengan jujur

Tempat yang 20 menit dari rumah berarti 40 menit di jalan setiap pertemuan. Tanyakan pada diri sendiri apakah kamu sanggup menjalaninya dua sampai tiga kali seminggu selama berbulan-bulan. Mengaji yang rutin lebih menentukan daripada mengaji yang lama tapi jarang.

6. Pastikan muridnya nyaman

Untuk anak

Perhatikan apakah gurunya sabar, suasananya aman, dan orang tua bisa ikut memantau. Anak yang nyaman dengan gurunya akan betah. Tips memilih guru untuk anak ada di cara memilih guru ngaji untuk anak.

Untuk dewasa

Banyak orang dewasa yang belajar dari awal merasa sungkan. Cari guru yang tidak membuat malu, dan kalau kamu lebih nyaman dengan guru sesama jenis, sampaikan sejak awal. Kamu tidak sendirian: tidak perlu malu belajar ngaji saat dewasa.

7. Tanyakan catatan perkembangannya

Tanyakan bagaimana kemajuan murid dicatat: sampai halaman berapa, bacaan mana yang masih perlu diulang, dan apa yang dilatih di rumah. Tanpa catatan, sulit tahu apakah belajarnya maju atau jalan di tempat.

Kalau di kotamu sudah ada Ngajiku Tatap Muka

Ngajiku membuka kelas tatap muka satu guru satu murid di sejumlah kota, dan daftar kotanya terus bertambah. Gurunya diambil dari guru Ngajiku yang sudah diverifikasi. Pilih kotamu di halaman ngaji tatap muka, lalu kirim pesan "Saya mau ngaji tatap muka". Tim kami akan mencarikan guru di daerahmu.

Kalau kotamu belum ada di daftar, kamu tetap bisa mulai sekarang lewat les ngaji online privat dengan guru yang sama, tanpa waktu tempuh. Kalau masih menimbang, baca cari les ngaji terdekat atau online.

Pertanyaan umum

Apa bedanya TPQ dan les ngaji privat?
TPQ adalah kelas berkelompok, biasanya untuk anak, dengan jadwal tetap. Les privat satu guru untuk satu murid, jadwalnya bisa disesuaikan, dan koreksinya lebih rinci.
Berapa kali seminggu sebaiknya mengaji?
Untuk pemula, dua sampai tiga kali seminggu sudah cukup asalkan rutin dan ada latihan singkat di rumah.
Bagaimana kalau tidak ada guru ngaji di dekat rumah?
Kamu bisa belajar lewat kelas online privat. Gurunya mendengar dan membetulkan bacaanmu langsung, sama seperti tatap muka.

Cek kota yang sudah tersedia

Satu guru, satu murid, di kotamu. Kalau kotamu belum ada, mulai dulu dari kelas online.

Lihat Kota Tatap Muka
Chat kami