
Mad jaiz munfasil adalah bacaan panjang yang terjadi ketika huruf mad berada di ujung sebuah kata dan hamzah berada di awal kata berikutnya. Namanya menjelaskan dirinya sendiri: jaiz berarti boleh, munfasil berarti terpisah.
Dua kata itu menyimpan seluruh isinya. Panjangnya boleh dipilih, dan mad serta hamzahnya berada di dua kata yang terpisah. Untuk gambaran menyeluruh jenis-jenis mad, lihat panduan mengenal mad, bacaan panjang untuk pemula.
Mushaf sudah menandainya untukmu
Ini hal paling berguna yang bisa diketahui tentang hukum ini, dan jarang disebut lebih dulu: kamu tidak perlu menghafal apa pun untuk mengenalinya.
Setiap kali mad jaiz munfasil berlaku, mushaf memberi tanda mad — garis melengkung kecil di atas huruf mad di ujung kata. Tanda itu tidak pernah absen. Jadi cukup lihat: ada garis melengkung di ujung kata, kata berikutnya diawali hamzah, maka itulah hukumnya.
Sebaliknya juga berlaku, dan itu yang menolong. Kalau tidak ada tanda mad, tidak ada mad jaiz munfasil di situ — sekalipun huruf mad dan alif tampak berdampingan.
Alif yang bukan hamzah
Di sinilah tanda tadi menyelamatkan pembaca dari kekeliruan yang sangat mudah terjadi.
Tidak semua alif di awal kata adalah hamzah. Ada alif washal, alif penyambung yang tidak dibunyikan sebagai hamzah ketika kata sebelumnya disambung. Ia muncul pada kata bersandang al-, dan jumlahnya sangat banyak.
Bacalah wa lad-dhaalliin di ujung Al-Fatihah. Ada huruf mad di ujung kata pertama, ada alif di awal kata kedua — bentuknya persis seperti mad jaiz munfasil. Tetapi alif itu washal, tidak berbunyi hamzah, jadi tidak ada mad jaiz di situ.
Bagaimana membedakannya tanpa menghafal? Lihat tandanya. Mushaf tidak memberi tanda mad pada yang washal. Kekeliruan ini sepenuhnya bisa dihindari dengan mata.
20 contoh mad jaiz munfasil dalam Al-Quran
Semua potongan di bawah diambil dari teks mushaf Utsmani, dan nama surah serta nomor ayatnya dicocokkan satu per satu. Tiap potongan sengaja memuat dua kata sekaligus, karena hukum ini memang lahir dari pertemuan dua kata.
- بِمَآ أُنزِلَAl-Baqarah 4Huruf mad alif di ujung kata bertemu hamzah di awal kata berikutnya. Boleh ditahan dua, empat, atau lima harakat — satu takaran yang sama dipakai sampai selesai.
- إِلَّآ أَنفُسَهُمْAl-Baqarah 9Huruf mad alif di ujung kata bertemu hamzah di awal kata berikutnya. Boleh ditahan dua, empat, atau lima harakat — satu takaran yang sama dipakai sampai selesai.
- لَآ إِلَـٰهَAli 'Imran 2Huruf mad alif di ujung kata bertemu hamzah di awal kata berikutnya. Boleh ditahan dua, empat, atau lima harakat — satu takaran yang sama dipakai sampai selesai.
- إِلَّآ أُو۟لُوا۟Ali 'Imran 7Huruf mad alif di ujung kata bertemu hamzah di awal kata berikutnya. Boleh ditahan dua, empat, atau lima harakat — satu takaran yang sama dipakai sampai selesai.
- تَأْكُلُوهَآ إِسْرَافًاAn-Nisa 6Huruf mad alif di ujung kata bertemu hamzah di awal kata berikutnya. Boleh ditahan dua, empat, atau lima harakat — satu takaran yang sama dipakai sampai selesai.
- بِهَآ أَوْAn-Nisa 11Huruf mad alif di ujung kata bertemu hamzah di awal kata berikutnya. Boleh ditahan dua, empat, atau lima harakat — satu takaran yang sama dipakai sampai selesai.
- وَلَآ ءَآمِّينَAl-Ma'idah 2Huruf mad alif di ujung kata bertemu hamzah di awal kata berikutnya. Boleh ditahan dua, empat, atau lima harakat — satu takaran yang sama dipakai sampai selesai.
- وَمَآ أُهِلَّAl-Ma'idah 3Huruf mad alif di ujung kata bertemu hamzah di awal kata berikutnya. Boleh ditahan dua, empat, atau lima harakat — satu takaran yang sama dipakai sampai selesai.
- هَـٰذَآ إِلَّاAl-An'am 7Huruf mad alif di ujung kata bertemu hamzah di awal kata berikutnya. Boleh ditahan dua, empat, atau lima harakat — satu takaran yang sama dipakai sampai selesai.
- لَوْلَآ أُنزِلَAl-An'am 8Huruf mad alif di ujung kata bertemu hamzah di awal kata berikutnya. Boleh ditahan dua, empat, atau lima harakat — satu takaran yang sama dipakai sampai selesai.
- مَآ أُنزِلَAl-A'raf 3Huruf mad alif di ujung kata bertemu hamzah di awal kata berikutnya. Boleh ditahan dua, empat, atau lima harakat — satu takaran yang sama dipakai sampai selesai.
- بَأْسُنَآ إِلَّآAl-A'raf 5Huruf mad alif di ujung kata bertemu hamzah di awal kata berikutnya. Boleh ditahan dua, empat, atau lima harakat — satu takaran yang sama dipakai sampai selesai.
- كَمَآ أَخْرَجَكَAl-Anfal 5Huruf mad alif di ujung kata bertemu hamzah di awal kata berikutnya. Boleh ditahan dua, empat, atau lima harakat — satu takaran yang sama dipakai sampai selesai.
- أَنَّمَآ أَمْوَٰلُكُمْAl-Anfal 28Huruf mad alif di ujung kata bertemu hamzah di awal kata berikutnya. Boleh ditahan dua, empat, atau lima harakat — satu takaran yang sama dipakai sampai selesai.
- لَآ أَيْمَـٰنَAt-Tawbah 12Huruf mad alif di ujung kata bertemu hamzah di awal kata berikutnya. Boleh ditahan dua, empat, atau lima harakat — satu takaran yang sama dipakai sampai selesai.
- فِيهَآ أَبَدًاAt-Tawbah 22Huruf mad alif di ujung kata bertemu hamzah di awal kata berikutnya. Boleh ditahan dua, empat, atau lima harakat — satu takaran yang sama dipakai sampai selesai.
- أَوْحَيْنَآ إِلَىٰYunus 2Huruf mad alif di ujung kata bertemu hamzah di awal kata berikutnya. Boleh ditahan dua, empat, atau lima harakat — satu takaran yang sama dipakai sampai selesai.
- يَدْعُنَآ إِلَىٰYunus 12Huruf mad alif di ujung kata bertemu hamzah di awal kata berikutnya. Boleh ditahan dua, empat, atau lima harakat — satu takaran yang sama dipakai sampai selesai.
- أَلَآ إِنَّهُمْHud 5Huruf mad alif di ujung kata bertemu hamzah di awal kata berikutnya. Boleh ditahan dua, empat, atau lima harakat — satu takaran yang sama dipakai sampai selesai.
- أَنَّمَآ أُنزِلَHud 14Huruf mad alif di ujung kata bertemu hamzah di awal kata berikutnya. Boleh ditahan dua, empat, atau lima harakat — satu takaran yang sama dipakai sampai selesai.
Dua, empat, atau lima harakat
Ketiganya sah. Kata jaiz pada namanya memang menunjuk kebolehan itu, dan itu membedakannya dari hampir semua hukum tajwid lain yang panjangnya sudah ditentukan.
Yang tetap tidak boleh: berganti-ganti dalam satu bacaan. Membaca satu ayat dengan dua harakat lalu ayat berikutnya lima harakat terdengar goyah, dan itulah yang biasanya ditegur — bukan angka yang kamu pilih.
Untuk pemula, dua harakat paling aman karena sama dengan takaran mad thabi'i yang sudah dilatih. Yang sudah terbiasa biasanya memilih empat, mengikuti bacaan yang paling umum terdengar di Indonesia.
Bedanya dengan mad wajib muttasil
Pasangan ini selalu diajarkan berdampingan, dan pembedanya cuma satu: apakah mad dan hamzahnya berada di kata yang sama.
Muttasil berarti bersambung. Mad dan hamzah di dalam satu kata, panjangnya wajib empat sampai lima harakat — tidak boleh dua.
Munfasil berarti terpisah. Mad di ujung kata, hamzah di awal kata berikutnya, panjangnya boleh dipilih.
Cara mengingat yang paling ringan: kalau ada spasi di antara keduanya, itu munfasil dan kamu boleh memilih. Kalau tidak ada spasi, itu muttasil dan panjangnya sudah ditentukan.
Ada satu lagi yang urutannya justru terbalik dari keduanya: pada mad badal, hamzahnya datang lebih dulu lalu huruf mad menyusul, dan panjangnya cuma dua harakat.
Kesalahan umum saat membacanya
Panjangnya berubah-ubah. Yang paling sering, dan wajar terjadi justru karena panjangnya boleh dipilih — kebebasan itu mudah berubah jadi ketidakteraturan. Tetapkan satu takaran di awal bacaan.
Diterapkan pada alif washal. Sudah dibahas di atas, dan tandanya di mushaf sudah membedakan keduanya.
Berhenti di antara dua kata itu. Kalau napas habis tepat sesudah huruf mad, hukumnya gugur — yang tersisa mad thabi'i biasa di ujung waqaf. Ambil napas sebelum pasangan kata itu, bukan di tengahnya.
Dibaca sepanjang mad wajib muttasil tanpa disadari. Kebalikan dari kekeliruan pertama: pembaca yang terbiasa lima harakat menerapkannya ke mana-mana. Itu sah untuk munfasil, tetapi pastikan itu pilihan, bukan kebiasaan yang tidak diperiksa.
Pertanyaan umum
Apa itu mad jaiz munfasil?
Berapa panjang mad jaiz munfasil dibaca?
Apa bedanya dengan mad wajib muttasil?
Bagaimana mengenalinya di mushaf?
Apakah alif di awal kata berikutnya selalu hamzah?
Contoh di halaman ini menolongmu mengenali hukumnya di atas kertas. Yang tidak bisa dinilai sendiri adalah apakah bacaanmu sudah pas takarannya — panjang yang kelebihan atau kekurangan hampir selalu terdengar benar oleh pembacanya sendiri.
Kalau ingin tahu posisimu sekarang, cek tingkat bacaanmu lewat lima pertanyaan singkat. Gratis, tanpa perlu membuat akun dulu.